Pati, Juwana – Dua pasangan bukan suami istri, terjaring razia atau operasi kepolisian di wilayah Juwana. Selain itu,  dalam pendataan di salah satu tempat kontrakan, tim gabungan Polsek dan Satpol PP Juwana juga menemukan warga tanpa kelengkapan identitas. Seperti  Desa Kauman,  Desa Pajeksan, Desa Growong Lor, dan Desa Growong Kidul.
Razia itu difokuskan pada pemeriksaan dan pendataan terhadap para penghuni tempat penginapan atau kontrakan. Karena belakangan ini, warga mengeluh sering terganggu dengan aktifiatas di tempat penginapan yang diduga digunakan ajang mesum, dan mabuk-mabukan.

Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantara mengaku, razia tersebut pihaknya lakukan bersama Satpol PP, pada Selasa pagi (13/3), untuk mengantisipasi kerawanan-kerawanan terjadinya tindak kriminal. “Ini, didasari  atas laporan dan keluhan masyarakat, dimana tempat  kost-kostan tersebut menjadi tempat berkumpul perempuan maupun lelaki pada tengah malam. sehingga kita lakukan pendataan terhadap penghuni kost-kostan kemudian perijinan,” jelasnya.
Saat razia berlangsung petugas gabungan (Polsek dan Satpol PP) Juwana, pihaknya harus kucing-kucingan dengan penghuni kos-kosan. Beberapa kamar kos-kosan terkunci rapat dan lampu didalamnya dimatikan, untuk menghindari razia. “Dari hasil pemeriksaan kita dapatkan sebagian warga yang ada di kos tersebut tidak memiliki KTP, di bawah umur, dan juga ada dua pasangan yang sementara yang kita amankan dengan pemeriksaan termasuk identitas dan keabsahan pasangan tersebut,” ujarnya.
Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantara mengatakan, pihaknya akan mengajak Trantib dan Satpol di kecamatan, serta Pemdes dan RT akan mengintensifkan razia (operasi) untuk menghindari penyalahgunaan fungsi semula dari tempat kontrakan dan kos-kosan. Apalagi, sebagian besar penghuninya dari luar daerah dan para pekerja. Sementara dari warga yang terjaring razia, setelah diberikan pembinaan, dan membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, sebelum dikembalikan ke masyarakat.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla