Cetak
Dilihat: 1034

Pati, Kota – Radikalisme dan terorisme merupakan ancaman yang merongrong persatuan dan kesatuan NKRI. Untuk menangkalnya, semua pihak tanpa terkecuali termasuk Polri terus berupaya menyadarkan kembali masyarakat, untuk meningkatkan toleransi dalam bermasyarakat, bernegara maupun dalam kehidupan beragama.
Mensikapi perkembangan kondisi dan situasi yang terjadi di sejumlah daerah, seperti halnya konflik karena perbedaan pendapat dan kesalahpahaman, dapat merongrong persatuan dan kesatuan RI. Kebhinnekaan (keberagaman) yang ada, justru hendaknya menjadi alat pemersatu dalam membangun toleransi. Untuk melestarikan toleransi itu, Polres Pati mengadakan Seminar berthema Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Dalam Kehidupan Beragama.

Saat menyampaikan sambutannya pada seminar itu, Kamis siang kemarin (15/3), Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan SIK mengatakan, NKRI yang dibangun dari kebhinekaragaman agama, budaya, suku maupun bahasa yang menyatu berdasarkan azas bangsa Pancasila. “Kebhinekaragaman dan perbedaan janganlah, kita jadikan sebagai pemisah atau sumber dari pertengkaran. Tapi harus kita sadar diri untuk meningkatkan toleransi baik dalam bermasyarakat, bernegara maupun dalam kehidupan beragama,” ujarnya.
Kapolres menambahkan, Indonesia di dunia internasional masih dipandang mempunyai sifat toleransi yang tinggi. Karena dengan banyaknya keberagaman, warga negaranya masih bisa hidup berdampingan dengan aman dan bahagia. Namun, kerusuhan dan keributan yang dipicu karena agitasi dengan isu SARA dan terorisme, seakan menggerus toleransi yang terbangun baik selama ini. “Ancaman nyata bangsa Indonesia saat ini, mulai berkembangnya faham radikal yang mempunyai tujuan bertolak belakang dengan dasar negara, karena adanya perbedaan dan kurangnya sifat toleransi. Sehingga semua tokoh yang ada di Pati khususnya, mempunyai peran penting dalam menciptakan, dan menumbuhkembangkan toleransi di masyarakat,” tuturnya.
Seminar yang berlangsung di Gedung Mantab Brata Polres Pati itu, menghadirkan nara sumber Ustadz Sofyan Sauri (mantan napi teroris/pengamat teroris), dan Kabag analis Ditintelkam Polda Jateng AKBP Budi Agus Setiawan, SIK SH MH. Serta turut dihadiri Bupati Haryanto beserta pejabat Forkompinda, serta para Pimpinan Organisasi Islam (NU dan Muhammadiyah), MUI dan FKUB Kabupaten Pati.().

0
0
0
s2smodern
powered by social2s