Serikat Pekerja Keadilan (SPK) Pati Netral, Di Pilkada Jateng

Pati, Kota – Pengurus Serikat Pekerja Keadilan (SPK) Kabupaten Pati, menyatakan netralitasnya di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018 mendatang. Pasalnya keberpihakan kepada salah satu paslon, justru akan membuatnya kehilangan daya kritisnya.
Serikat Pekerja Keadilan (SPK) Kabupaten Pati, yang merupakan organisasi dibawah naungan KASBI mengintruksikan seluruh anggotanya, untuk bersikap netral pada Pilkada Jawa Tengah.

Sekjen Serikat Pekerja Keadilan (SPK) Kabupaten Pati Edi Siswanto mengatakan, pihaknya telah menyarankan kepada semua anggotanya untuk netral. Ini, untuk menghindari kesan atau label Serikat Pekerja Keadilan berpihak kepada salah satu paslon. “Kami cuma mau mengritisi kebijakan yang ada disiapa saja yang terpilih Pilgub nanti. Termasuk masalah Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang tenaga kerja. Utama, soal UMK, PKWT dan PKWTT yang selam ini di Pati banyak melenceng jauh,” kata Sekjen SPK Kabupaten Pati.
Edi Siswanto berharap, anggotanya tetap menjaga netralitasnya, dan tidak terjun ke politik. Ini, untuk menjaga para pengurus dan organisasi buruh itu, bersih dari pengaruh-pengaruh yang akan melemahkan perjuangan KSP. “Bagi kami SPK adalah netral. Kalau memang ada anggota SPK yang menonjolkan dukungan ke salah satu parpol dengan membawa SPK, kami juga memanggil dan menawarkan mereka ketegasan. Bahwa kami juga tidak memperbolehkan untuk terjun ke politik karena alasan kami banyak pengaruh. Kalau kita jadi SPK kita harus mencari keadilan,” tutur Edi Siswanto.
Sekjen Serikat Pekerja Keadilan (SPK) Kabuapten Pati Edi Siswanto menegaskan, pihaknya melarang atribut organisasi digunakan untuk dukung-mendukung paslon. Pihaknya akan memecat keanggotaan seseorang, dengan mengundurkan diri dari SPK, bila memilih untuk berkampanye mendukung salah satu paslon.(●)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla