Cetak
Dilihat: 839

Pati -  Kejaksaan Negeri Pati memusnahkan barang bukti  tindak pidana umum dan tindak pidana narkotika, Rabu pagi (19/7). Pemusnahan itu, setelah perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pati (inkracht). Pemusnahan barang bukti  37 perkara kejahatan tersebut dengan penghancuran, dan pembakaran,  agar tidak dapat digunakan lagi.  Diantaranya sejumlah telepon seluler, alat hisap sabhu, senjata tajam, serta pakaian barang bukti kejahatan susila.

“Yang lebih baik itu pemusnahan barang bukti dengan pembakaran khusus untuk barang bukti narkotika. Sedang yang lain HP dan senjata tajam itu agar tidak bisa digunakan dihancurkan. Tapi kalau putusannya itu dirampas untuk negara, berarti dilelang, yang saya ambil langkah sendiri saya serahkan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang. Jadi saya tidak melelang sendiri,” demikian Kepala Kejaksaan Negeri Pati, Kusnin, SH, usai pemusnahan barang bukti kejahatan menyongsong peringatan Hari Bakthi Adhiyaksa Ke-57.
Pemusnahan tersebut, kata Kepala Kejaksaan Negeri Pati Kusnis SH, berdasarkan amanat pasal 270 KUHAP yang menyebutkan Jaksa selaku eksekutor.  Obyek yang dimusnahkan tersebut, merupakan sisa-sisa barang bukti kasus kejahatan dari Desember 2016 hingga Juli 2017.
“Kalau yang narkotika sesuai UU Narkotika itu induknya di penyidik (Kepolisian). Nah di Kejaksaan itu sisa-sisa yang tidak bisa serta merta dibuang begitu saja, tapi harus dilakukan pemusnahan,” katanya.
Benda-benda yang dimusnahkan dengan pembakaran diantaranya barang bukti tindak pidana narkotika, sejumlah pakaian barang bukti tindak pidana kejahatan susila, uang palsu, serta barang bukti tindak pidana perjudian berupa satu set dadu dan kartu remi. Sedang barang bukti kejahatan berupa telepon seluler dimusnahkan dengan penghancuran menggunakan palu, serta senjata tajam dimusnahkan menggunakan alat pemotong.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s