Cetak
Dilihat: 722

Juwana –  Meski kapal-kapal mereka ludes terbakar tempo hari, namun ratusan anak buah kapal (ABK) tetap masih bisa bekerja. Mereka, tanpa ikatan kerja bisa ikut bekerja di kapal – kapal nelayan penangkap ikan lainnya, atas dasar pertemanan. Sedikitnya ada tiga ratusan nelayan Juwana yang menjadi anak buah kapal (ABK), yang kapalnya terbakar nyaris kehilangan pekerjaannya. Rerata setiap kapal, ber-ABK  30 orang hingga 40 orang.

Tokoh Nelayan Juwana, Jamari Ridwan kepada radio PAS mengatakan, ketika kapal motornya tidak berangkat, atau terkena musibah seperti terbakar, para ABK bisa ikut bergabung ke kapal motor lainnya atas izin pemilik kapal, dan nahkoda kapal.
“Kalau kapal gagal berangkat, itu biasanya ABK ikut kapal yang lain sesama alat tangkapnya. Tapi untuk nahkoda dan motorisnya masih menunggu koordinasi dengan pemilik kapal,” kata Tokoh Nelayan.
Jamari Ridwan menambahkan, seperti kesepakatan yang tak tertulis setiap ABK tidak perlu kuatir kehilangan mata pencahariannya sebagai nelayan. Karena banyak kapal, yang masih membutuhkan dan menerima ABK.
“Bagi ABK yang butuh pekerjaan, mereka biasanya langsung menemui nahkoda kapal yang akan ikut melaut. Itu biasanya bisa tambah 2 orang atau 3 orang,” terangnya.
Toko Nelayan Juwana, Jamari Ridwan menjelaskan, dengan cara ikut ke kapal-kapal yang berlabuh, ABK belasan kapal motor yang terbakar, Sabtu siang (18/7), masih tetap bekerja sebagai nelayan. Dan ketika mendapat kapal lagi, mereka akan kembali bergabung  bersama nahkoda sebelumnya.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s