Cetak
Dilihat: 743

Pati, Kota – Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah masih menemukan keterbatasan sekolah, dalam penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SMP dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA. Temuan itu, saat Ombudsman memantau pelaksanaan USBN maupun UNBK di sejumlah sekolah di Jawa Tengah.
Berdasarkan pemantauan di sejumlah satuan pendidikan di Jawa Tengah, secara umum pelaksanaan USBN dan UNBK berjalan dengan lancar.  Meski masih ada sebagian kecil peserta ujian yang tidak bisa mengikuti USBN maun UNBK, karena berbagai alasan. Tapi, tim Ombudsman Jawa Tengah masih menemukan keterbatasan dalam sarana dan prasarana, yakni ruangan dan ketersediaan komputer. Meski pada saat pelaksanaan UNBK pihak sekolah berhasil memaksimalkan keterbatasan tersebut.

Asisten Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah Bellinda mengatakan, pihak sekolah terpaksa menggunakan ruang laboratorium kimia dan biologi, untuk mengatasi kekurangan ruangan untuk UNBK mandiri, tanpa mengabaikan kenyamanan siswa. “Sementara mengenai ketersedian komputer yang jumlahnya kurang, pihak sekolah mengatasainya dengan meminjam laptop orang tua siswa. Hal tersebut telah disepakati antara pihak Sekolah dengan orang tua siswa pada saat sosialisasi UNBK.  Dengan demikian, pelaksanaan UNBK tidak memberatkan orang tua siswa dan mencegah terjadinya maladministrasi berupa pungutan untuk memenuhi prasarana UNBK,” ujarnya.
Bellinda mengatakan, selain memantau USBN di SMP, Tim Ombudsman Jawa Tengah memantau persiapan UNBK SMP, yang mana pihak sekolah telah mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya UNBK SMP. Jumlah komputer yang sedianya belum mencukupi telah terpenuhi dengan adanya bantuan dari pemerintah.  “Dengan keterbatasan ruang kelas, pihak sekolah memanfaatkan ruang yang ada menjadi laboratorium komputer sementara agar dapat melaksanakan UNBK tanpa harus kembali menginduk ke sekolah lain,” kata Bellinda.
Asisten Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah Bellinda secara kelembagaan juga mengapresiasi Kepala Sekolah dan Panitia Ujian yang telah berupaya mempersiapkan dan melaksanakan USBN maupun UNBK sehingga dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Meski di sisi lain, Ombudsman menegaskan tercapainya kesuksesan penyelenggaraan USBN maupun UNBK yang bebas maladministrasi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat, terutama orang tua/wali siswa, untuk melaporkan kepada penyelenggara apabila menemukan kecurangan atau maladministrasi.(●)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s