Cetak
Dilihat: 655

Pati, Kota – Untuk menyusun regulasi terkait pengelolaan aset daerah, DPRD Kota Singkawang, belajar dengan DPRD Kabupaten Pati. Kedatangan rombongan anggota dewan Kabupaten Singkawang itu, untuk mendapatkan masukan, dalam penyusunan raperdanya.
Pengelolaan dan penggunaan aset daerah di Kabupaten Pati yang dalam beberapa tahun terakhir berturut-tutur menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI), membuat iri daerah lain. Bahkan daerah lain, ingin belajar langsung dengan bertemu langsung bersama jajaran eksekutif dan legislatif Kabupaten Pati. Salah satunya, Kota Singkawang.

Usai bertemu dengan jajaran eksekutif dan legilatif Pemkab Pati, di DPRD Kabupaten Pati, Kamis siang (12/4/2018), Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang Husein mengatakan, kedatangannya berkunjung ke Pati hanya untuk menimba ilmu dan pengetahuan dalam penyusunan raperda pengelolaan aset daerah.  “Karena selama ini Kabupaten Pati mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini kami pikir dalam pengelolaan aset daerah baik, dan berkenaan juga dengan Perda yang pernah dibuat,” tuturnya.
Husein menuturkan, selama ini daerahnya (Kota Singkawang) belum pernah mendapatkan predikat opini BPK RI Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan pengelolaan aset daerahnya. Sehingga prestasi Kabupaten Pati, dapat ditiru Pemkot Singkawang. “Dan kami di Singkawang belum pernah WTP, sehingga jejak yang baik tidak ada salahnya kalau kita tiru,” jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang Husein mengatakan, banyak hal yang didapat selama sehari berkunjung ke Pati, untuk diterapkan Pemkot Singkawang dengan baik. Yang jelas mendapat masukan terkait teknis penulisan pembentukan Perda itu sendiri, pelaksanannya dan juga tentang pelaporannya.(●)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s