• text untuk iklan
    Sukseskan Pilgub Jateng
  • titel 2
    Banner yang ke 2
  • judul3
    ini adlah tempat iklan 3
  • Judul iklan ke 4
    Gambar mic

Pati, Sukolilo – Program pendaftaran tanah sistem lengkap (PTSL) ternyata menarik warga. Mereka pun berbondong-bondong mendaftarkan tanahnya, untuk mendapatkan kepastian hukum melalui program tersebut.
Program yang digencarkan Pemerintah untuk pensertifikatan tanah itu, ternyata mendapat reaksi positif warga Pati di Desa Kedungwinong Kecamatan Sukolilo. Mereka berdatangan ke Balai Desa setempat, untuk mendartarkan  tanahnya melalui progam pendaftaran tanah sistem lengkap (PTSL).

Seorang pemohon sertifikat Sri Mulyani menilai program PTSL praktis dan murah. Pemohon sertifikat hanya dibebani ongkos sebesar seratus tiga belas ribu rupiah untuk patok, materai dan blangko PPAT. Padahal di desa lain progam sertifikat massal melalui PTSL ada yang dipungut hingga lima ratus ribu hingga tuju ratus ribu rupiah. “Kita hanya menyerahkan KTP dan KK, serta uang pendaftaran Rp. 113 ribu,” katanya.
Kades Kedungwinong Kecamatan Sukolilo Sriatun mengatakan, dia sengaja meringankan warganya, karena progam ini merupakan perintah Presiden, melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan program pendaftaran tanah sistem lengkap (PTSL). Bahkan dia, memerintahkan jajaran Perangkat Desa menyelesaikan pemohon dibantu dengan baik. “Kita kemarin kesepakatannya Rp.113ribu untuk pembelian pathok, materai dan pemberkasan. Untuk biaya PPAT juga mumpuni. Kita mengundang Pak Camat selaku PPAT, beliaunya gratis. Maka disini beranikan swadaya masyarakat Rp.113ribu. Dimana masyarakat merasa senang dan mendukung,”  kata Kades Kedungwinong, Sriatun.
Kades Kedungwinong Kecamatan Sukolilo Sriatun mengatakan, untuk 2018 desa yang dipimpinnya mendapatkan kuota PSTL 750 bidang tanah. 600 pengajuan diantaranya sudah masuk proses penerbitan sertifikat.(●)

Joomla templates by a4joomla