Cetak
Dilihat: 1010

Pati, Kota – KTP elektronik atau surat keterangan mutlak harus dibawa saat pencoblosan di TPS, selain surat pemberitahuan mencoblos (C-6) Pilkada Jawa Tengah 2018.  Karena bila hanya membawa salah satunya saja, maka petugas TPS berhak untuk menolak  pemilih bersangkutan.  
Agar hak pilih tetap bisa digunakan, bawalah KTP elektronik atau surat keterangan dan surat pemberitahuan dari KPU, ketika hendak mencoblos pilihanya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Bila hanya salah satunya saja yang tertinggal, dipastikan tidak bisa menentukan hak politiknya.

“Kita sampaikan bahwa masyarakat saat menggunakan hak pilihnya di TPS, C-6 (undangan) harus dibawa, dan wajib membawa KTP elektronik atau suket. Sehingga ini penting untuk kita sampaikan kepada masyarakat, agar masyarakat nanti jangan-jangan mereka tidak bisa menggunakan hak pilih, gara-gara tidak membawa KTP elektronik atau suket,”  demikian Ketua KPU Kabupaten Pati Muhammad Nasich, usai rakor jelang Pilakda di ruang rapat Pragola Setda Pati, Selasa siang (17/4).
Soal daftar pemilih, Muhammad Nasich berharap, masyarakat yang terdaftar betul-betul sudah ber-KTP elektronik, atau sudah merekam data.  Sehingga segera dituntaskan sebelum 19 April ini, agar KPU sudah bisa menetapkan Daftar Pemilih sesuai yang diharapkan. “Jadi banyak aspek yang kita sampaikan yang hadir dari OPD terkait, tujuannya adalah dalam rangka kita menyampaikan beberapa hal penting yang kemudian ditindak lanjuti ke bawah terkait dengan daftar pemilih,” ungkapnya.
Ketua KPU Kabupaten Pati Muhammad Nasich menegaskan,  pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, 27 Juni 2018, KPU meniadakan TPS khusus di rumah-rumah sakit. Tapi akan memaksimalkan TPS-TPS terdekat dengan rumah sakit setempat.(●)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s