Cetak
Dilihat: 1312

Pati, Kota – Komisi Pemilihan Umum (KPU) meniadakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus di rumah sakit-rumah sakit, pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah mendatang. Pasien dan keluarga yang menunggui, akan dilayani oleh petugas TPS terdekat dengan rumah sakit.
Meski meniadakan tempat pemungutan suara (TPS) khusus, KPU tetap melayani pasien yang menginap karena perawatan di rumah sakit. Hanya saja, pihak keluarganya untuk bisa mengurus surat keterangan pindah memilih (C5).

Saat rapat koordinasi persiapan Pilkada Jawa Tengah dan Pemilu 2019, di ruang rapat Pragola Setda Pati, Senin lalu (17/4/2018), Ketua KPU Kabupaten Pati Muhammad Nasich menjelaskan, ada 10 rumah sakit yang pasien-pasien inapnya dilayani KPU melalui petugas KPPS TPS terdekat saat berlangsung pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. “Kalau dulu memang ada TPS khusus di rumah sakit. Tapi sekarang tidak boleh, karena daftar pemilih tetap (DPT) harus jelas. Sehingga pengadaan surat suaranya harus jelas. Kalau tidak ada DPT-nya, tidak bisa kita mengatur,” katanya.
Dengan adanya ketentuan yang berbeda dengan sistem Pemilu-Pemilu sebelumnya, kata Muhammad Nasich, pemilih-pemilih yang sedang mendapat perawatan inap di rumah sakit, akan dilayani oleh TPS terdekat. Dan bagi pasien yang sudah mengantongi surat keterangan pindah tempat memilih, sembuh dan kembali ke tempat asal, masih tetap bisa memberikan hak pilihnya. “Jadi misalnya sudah minta A5 dari TPS asal, tapi pada saat pemilihan sudah sembuh, sebetulnya boleh saja kembali menggunakan hak pilih di tempat asal. Karena daftarnya tidak dicoret, hanya pindah memilih. Seandainya dibatalkan dengan pindah memilih itu tidak ada masalah, boleh,” katanya.
Ketua KPU Kabupaten Pati Muhammad Nasich menjelaskan, dari sepuluh rumah sakit yang pasien inapnya akan dilayani petugas KPPS TPS terdekat, diantaranya RSUD RAA Soewondo dan RSUD Kayen.(●)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s