Panwaskab Hentikan Laporan Dugaan Penyebaran Selebaran Kampanye Hitam

Pati, Margorejo – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Pati, menghentikan dugaan kampanye hitam yang dilaporkan tim sukses salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Penghentian tersebut, dengan alasan tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran Pemilihan.
Penghentian laporan dugaan penyebaran selebaran kampanye hitam itu, merupakan hasil kesepakatan sentra penegakan hukum terpadu (Gakumdu), yang melibatkan Panwaskab, Polres dan Kejaksaan Negeri Pati.  

Saat menggelar konferensi pers, Selasa sore (24/4/2018), Ketua Panwaskab Pati Achwan mengatakan, kesepakatan penghentian laporan dugaan kampanye hitam oleh Soetarso Oen Thersa (tim sukses paslon Ganjar Pranowo – Taj Yasin), merupakan hasil rapat sentra Gakumdu, pada Senin malam (23/4/2018). “Rapat Gakumdu yang dihadiri lengkap dan baik, dari Panwaskab, Kepolisian, maupun Kejaksaan itu sepakat, bahwa laporan dari pelapor Soetarto Oen Thersa dengan nomor laporan nomor 2 itu dihentikan atau tidak ditindak lanjuti, dengan alasan laporan yang disampaikan tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilihan,” tuturnya.
Menurut Ketua Panwaskab, selama dalam penyidikan dengan memintai keterangan terhadap keenam orang terlapor, mengaku tidak tahu maksud tujuan membagikan selebaran, kecuali hanya untuk mendapat pekerjaan. Dengan bayaran Rp.1juta dari seseorang bernama Mur di Semarang. Mereka, juga bukan pengurus Parpol yang masuk dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Sedang kesaksian 12 pedagang, tutur Ketua Panwaskab Pati Achwan, ketika menerima selebaran, mereka asal ditaruh, atau sekedar untuk dibaca. Sehingga, unsur sengaja dan unsur menghasut tidak terpenuhi. “Kemudian saksi dari Pimred Suara Merdeka yang hadir pada Senin kemarin (23/4/2018), membenarkan tulisan tersebut tulisan Media Suara Merdeka yang telah diedit dan bentuk susunannya. Tapi isi beritanya sama dengan aslinya yang terbit pada 20 Februari 2018 yang dibagikan juga menjelaskan tentang Gunung Sinabung. Bahkan sampai sekarang berita itu tidak ada orang yang komplain. Dengan demikian unsur menghasutnya menjadi tidak terpenuhi,” jelas Ketua Panwaskab Pati Achwan.
Pada Jumat pagi (20/4/2018), kader PDI Perjuangan Kabupaten Pati menangkap tiga orang yang diduga pengedarkan kampanye gelap, di sekitar Pasar  Gabus.  Merek warga Desa Pakis Kecamatan Tayu. Selebaran tersebut berisi potongan berita koran yang menyudutkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut satu Ganjar Pranowo – Taj Yasin. Saat menyerahkan ketiganya ke Panwaskab, juga turut disertakan 500 lembar selebaran yang belum sempat dibagikan.(●)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla