6 Kecamatan Di Pati Jadi Pilot Project Problem Solving Pertanian

Pati, Winong – Enam kecamatan di Kabupaten Pati menjadi wilayah percontohan problem solving (pemecahan permasalahan) pertanian. Mulai dari irigasi hingga masalah transportasi pertanian.
Enam kecamatan yang menjadi pilot project penyediaan alat-alat penunjang pertanian itu, Kecamatan Batangan, Kecamatan Wedarijaksa, Kecamatan Tayu, Kecamatan Winong, Kecamatan Jaken, dan kecamatan Margoyoso.

Saat mengisi masa reses dengan bertemu bersama Kades dan perwakilan masyarakat se Kecamatan Winong, di aula Balai Desa Winong, Jumat sore (12/5/2018), Anggota DPR RI Firman Soebagyo mengatakan, dari dulu problem yang dihadapi petani, selain irigasi tersier yang tidak pernah dinormalisasi, serta beban biaya yang tinggi ketika panen, karena jalan-jalan itu tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. “Saya mulai pikirkan kedepan bahwa harus mulai ada inventarisasi setiap kebutuhan di masing-masing desa dan Kecamatan sehingga hulu hingga hilir. Yaitu dari mulai kita berikan alat-alat yang sifatnya itu adalah permanen di kecamatan,” tuturnya.
Firman Soebagyo menambahkan, karena APBN yang terbatas untuk mendanai pembangunan seluruh Indonesia, sehingga untuk mengurangi beban itu, Pemerintah membelikan alat-alat mekanisasi. Seperti excavator yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pebaikan irigasi dan jalan pertanian. “Alhamdulillah setelah Saya tawarkan itu dengan pemerintah pusat dan para Kepala Desa yang punya kepentingan sama-sama memang menyepakati itu. Kemudian nanti kebutuhan traktor katakanlah wilayah tertentu itu idealnya biaya per lahan pertaniannya itu idealnya berapa,” terangnya.
Anggota DPR RI dari Fraksi Golongan Karya Firman Soebagyo berharap, dengan diangkatnya Komjen Pol Budi Waseso sebagai Dirut Perum Bulog, hasil panen petani dapat dengan maksimal terserap Bulog dengan harga yang menguntungkan.(●)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla