Pati, Tlogowungu – Para penyandang difabel/disabilitas di Kabupaten Pati, telah memiliki pekerjaan, namun tidak memiliki perlindungan kerja maupun jaminan hari tua. Untuk itu, mereka yang tergabung dalam Paguyuban Penyandang Difabel Indonesia (PPDI) untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Untuk melindung kerja dan memberikan jaminan hari tua, Pengurus Paguyuban Penyandang Difabel Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati mendorong anggotanya untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.

Usai sosialisasi program perlindungan kerja dan jaminan hari tua, di Sekretariat PPDI Pati, Senin pagi (14/5/2018), Ketua PPDI Pati Suratno berharap, para penyandang difbel yang tergabung di organisasi yang dipimpinnya, untuk dapat memanfaatkan program BPJS Ketenagakerjaan. “Karena, menurut saya pribadi sangat membantu para penyandang difabel/disabilitas disini, terutama mereka yang bekerja mandiri. Banyak resiko-resiko yang dialami teman difabel disini. Maka harapan kami sebagai Ketua, teman-teman mengikuti program ini,” tuturnya.
Ketua PPDI Suratno mengatakan, dari sisi kemanfaatannya, dia optimis banyak anggotanya yang akan bergabung. Karena program itu bukan untuk kepentingan kelompok atau organisasi, tapi untuk kepentingan diri sendiri.
Petugas BPJS Ketenagakerjaan Pati Eko Prasetyo menjelaskan, para difabel / disabilitas kebanyakan memiliki pekerjaan mandiri atau berkelompok, tapi selama bekerja mereka belum ada perlindungan kerja, maupun jaminan hari tua. Sehingga, mereka perlu mengikuti program perlindungan kerja dan jaminan hari tua. “Kalau wajib itu kita tekankan ke perusahaan karena mereka ada ijin legalitasnya. Tapi, untuk teman-teman difabel kita ini belum bisa mewajibkan. Jadi kita nanti buka dulu kesadarannya, sehingga mereka akan mengikuti BPJS Ketenagakerjaan dengan kesadarannya. Bukan karena kita takut-takuti,” terangnya.
Sosialisasi tersebut melibatkan 50an penyandang difabel anggota PPDI Kabupaten Pati.(●)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla