Pati, Kota – Ratusan siswa perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pati yang berpusat di Madiun, menggelar uji kenaikkan tingkat atau sabuk. Kenaikkan ini sebagai ajang evaluasi untuk memantau tingkat penyerapan materi oleh setiap siswa.
Sejumlah 214 siswa perguruan silat PSHT Pati telah mengikuti uji kenaikkan tingkat, atau sabuk hijau ke sabuk putih. Mereka diharapkan lulus untuk menjadi warga atau anggota tetap PSHT.

Ketua PSHT Cabang Pati Abdul Kalim mengatakan, di perguruan silat PSHT ada tingkatan atau sabuk. Mulai dari sabuk hitam, jambon, hijau dan putih. Pada kenaikkan tingkat atau sabuk dari hijau ke sabuk putih yang diselenggarakan di aula SMA Negeri 3, belum lama ini, merupakan uji kenaikkan tingkat pamungkas bagi siswa, untuk menjadi anggota tetap PSHT. “Kenaikkan tingkat ini, juga menjadi syarat naik kelas atau sabuk yang lebih tinggi. Di Perguruan PSHT ada beberapa tingkat sabuk. Sabuk hitam atau polos, sabuk jambon atau pink, sabuk hijau dan sabuk putih. Sabuk putih ini, merupakan sabuk terakhir sebelum siswa PSHT disyahkan menjadi warga anggota tetap,” demikian Ketua PSHT Cabang Pati Abdul Kalim.
Abdul Kalim menambahkan, kenaikan tingkat itu secara umum, untuk mengevaluasi atau mengukur sejauhmana kemampuan siswa PSHT dalam menerima materi dari pelatihnya. Yaitu, senam, jurus, maupun materi yang lain, termasuk kerohanian. “Kenaikkan tingkat dari sabuk hijau ke sabuk putih. Diharapkan pada Muharam mendatang semua siswa yang mengikuti kenaikkan tingkat ini, bisa disyahkan menjadi warga atau anggota tetap PSHT,” jelasnya.
Ketua PSHT Cabang Pati Abdul Kalim menegaskan, sebelum disyahkan menjadi anggota tetap, bagi peserta kenaikkan tingkat yang lulus, harus mengikuti pemusatan latihan lebih dulu selama lima bulan di pemusatan latihan, yang terbagi di dua tempat di aula SMA Negeri 3 Pati, dan Pusdiklat PSHT Cabang Pati turut Desa Tanjunganom Kecamatan Gabus.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla