Pati, Kota – Pemerintah Pusat hingga sekarang belum memberi sinyal, rencana rekruitmen seleksi CPNS. Meski Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengirimkan usulan kebutuhan CPNS Kabupaten/Kota ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB).
Sampai hari ini, belum ada informasi terkait rekruitmen atau seleksi CPNS. Meski Kabupaten/Kota telah mengirimkan usulkan kebutuhan CPNS ke KemenPAN dan RB melalui Pemprov Jawa Tengah pada Februari 2018 lalu.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati Jumani mengatakan, memang setelah rakor dengan KemenPAN dan RB, Pemprov Jawa Tengah telah menindaklanjuti dengan seluruh Kabupaten/Kota. Tapi, dalam rakor itu hanya membahas revisi format usulan kebutuhan PNS untuk rekruitmen 2018. “Kemudian, apakah kepastian 2018 ini terkait dengan waktu rekruitmenya sampai hari ini masih belum ada kejelasan,” katanya.
Jumani menjelaskan, sesuai rambu-rambu MenPAN dan RB, parameter minimal formasi penting kebutuhan CPNS terbanyak di Kabupaten Pati, untuk mencukupi kekurangan guru. Kemudian formasi tenaga kesehatan, dan tenaga teknis infrastruktur. “Namun rakor di Pemprov Jateng itu, tidak terbatas hanya pada tiga formasi tersebut, tapi juga formasi-formasi yang penting lainnya yang dibutuhkan daerah. Seperti di kabupaten Pati yang terpenting itu guru yang sudah lima tahun ini tidak ada CPNS, sementara tiap tahunnya ada yang pensiun. Rata-rata 300 – 400, dan pada 2018 ini yang pensiun ada 543,” tuturnya.
Guru yang pensiun di Kabupaten Pati, jelas Kepala BPKK Kabupaten Pati Jumani, pada 2019 hingga 2021, akan ada 700an guru yang pensiun setiap tahunnya. Berikutnya formasi tenaga kesehatan juga banyak dibutuhkan, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, hingga tenaga medis tertentu, serta tenaga teknik infrastruktur masih banyak dibutuhkan daerah.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla