Cetak
Dilihat: 1067

Pati – Polres Pati masih menyelidiki pengaduan masyarakat Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo, menyoal dugaan penggelapan pengelolaan keuangan desa oleh oknum aparat desa setempat.  Karena, masih dalam tahap penyelidikan, Polisi belum menetapkan seseorang sebagai tersangkanya. Penyidik Polres Pati berupaya menyelidiki aduan dugaan perkara penggelapan  penggunaan keuangan  Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo. Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlanjut, bahkan petugas yang menyidik dugaan kasus tersebut telah mengikuti gelar perkara di Mapolda Jawa Tengah.

Menanggapi desakan warga Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo,  agar kepolisian segera menuntaskan aduannya itu, pada aksi unjuk rasa  Selasa pagi (25/7), Wakapolres Pati, Kompol. Nyamin menyatakan, petugasnya telah bekerja dan saat ini sedang melakukan kajian  dengan gelar perkara di Polda Jawa Tengah.
“Untuk kasus korupsi memang kita penyidikan, tapi kita belum bisa menentukan tersangkanya. Dan sekarang penyidikan sedang berjalan. Khusus korupsi ini, masih dalam penyelidikan,” jelasnya.
Ditempat terpisah,  Muhammad Saerozi warga Desa Kedumulyo Kecamtan Sukolilo mengaku, beberapa waktu sejumlah warga mengadukan adanya dugaan tindak pidana yang diduga dilakukan oknum aparat desanya. Ini, terkait dugaan penggelapan keuangan desa, serta dugaan pungutan liar sertifikasi Prona 2017.
“Alasannya, jelas-jelas menggelapan uang pembangunan balai desa, serta korupsi ADD dan DD 2015. Disini ada kerugian diperkirakan Rp.200juta,” terangnya.  
Selain dugaan penggelapan uang pembangunan Balai Desa, ADD dan DD, serta dugaan pungli sertifikasi Prona, warga juga mengadukan  oknum aparat desanya terkait dugaan penggelapan uang hasil lelang bengkok perangkat desa, serta dugaan penggelapan uang makan, uang transport, dan uang lembur LPMD / Ketua RW, dan menguasai bengkok eks Kadus seluas 1 ha. Warga berharap,  Polres Pati segera menuntaskan pengaduan warga Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s