Cetak
Dilihat: 975

Pati – Puluhan ribu warga Kabupaten Pati tahun ini menjadi sasaran  Program Keluarga Harapan (PKH). Penyerahan bantuan sosial dan subsidi PKH secara simbolis se Kabupaten Pati oleh  Bupati Pati, Haryanto berlangsung di aula Kecamatan Pati, Rabu (26/7). Pencairan bantuan sosial dan subsidi Program Keluarga Harapan (PKH) tahun ini, berpindah dari PT. Pos Indonesia, ke BNI dengan sistem pengambilan menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).  Karena bantuan  tersebut diberikan melalui kartu ATM sesuai identitas penerimanya.

Penerima bantuan PKH, Nuriyani (40 tahun),  warga Desa Kuthoharjo dengan 4 orang anak mengaku, bantuan tersebut sangat membantu. Meski besaran nominal bantuan yang diterima berbeda-beda. Dan bantuan tersebut untuk pemenuhan biaya sekolah keempat anaknya yang masih duduk dibangku pendidikan.
“Satu kali putaran (pengambilan) paling sedikit Rp.400ribu, Rp. 700ribu, bahkan waktu itu juga pernah terima Rp.1juta lebih. Setahun tiga kali ambil. Ini, untuk kegiatan anak sekolah dan gizi anak,”Nuriyani, penerima bantuan PKH.
Bupati Pati, Haryanto mengatakan, dengan menggunakan kartu ATM kepada penerimanya lebih tetap sasaran dan tidak ada lagi bantuan untuk keluarga miskin dibagi rata dengan warga mampu yang ada disekitarnya.  Dan keluarga miskin sasaran program, diharapan dapat  mengelola bantuan yang diterima dengan baik.
“Jadi bantuan ini berikan kepada keluarga yang membutuhkan dan layak untuk menerima bantuan ini. Karena tujuan PKH itu, membantu keluarga tidak mampu, agar tepat,” jelasnya.
Kepala Kantor Cabang BNI Pati, Rustianto mengaku, karena pencairan bantuan PKH sekarang menggunakan kartu ATM, sehingga pada tahap pertama, pihaknya melakukan sosialisasi penggunaan cara menggunakan ATM kepada masyarakat penerima  sasaran program.
“Jadi sekarang kita ajari menggunakan ATM. Ini, uangnya sudah masuk ke tabungan masing-masing penerima PKH. Dan pada tahap kedua nanti (September) para penerima program sudah dapat mencairkan bantuan di outlet-outlet, ATM-ATM  atau agen-agen BNI baik yang ada di Pati maupun di luar Pati,”
Warga Kabupaten Pati yang menjadi sasaran PKH hingga saat ini masih sekitar 33ribu, dengan dana yang sudah parkir di bank yang ditunjuk Pemerintah senilai lebih dari Rp. 6,5 milyar.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s