Cetak
Dilihat: 695

Pati, Kota – Pada pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK yang baru usai, lampiran Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) banyak yang bermasalah.  
Disinyalir orang tua calon siswa yang tergolong mampu secara ekonomi, melampirkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) saat pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPBD). Ini, dengan harapan agar anaknya diterima di sekolah bersangkutan.

“Kalau SKTM itu tidak mengeluarkan SKTM yang tahu persis itu di tingkat RT, RW dan Pemdes/Kelurahan. Bila mereka itu tidak berhak menggunakan itu, ya biar ditangani sesuai mekanisme yang ada. Kalau misalnya coba-coba agar anaknya diterima sekolah dengan menggunakan data yang tidak akurat nanti kan diteliti,” demikian Bupati Pati Haryanto saat menanggapi maraknya dugaan penyalahgunaan SKTM dalam PPDB di Kabupaten Pati, beberapa hari terakhir ini.
Bupati Haryanto menegaskan, terbitnya surat keterangan tidak mampu (SKTM), bukan oleh Pemkab Pati, tapi oleh Pemdes di tempat tinggal masing-masing pemohon. Pihaknya pun, mempersilahkan kepada instansi terkait untuk kunjungan ke rumah orang tua calon murid yang menggunakan SKTM saat mendaftar. Menyinggung zonasi PPDB SMP, Bupati Haryanto mengatakan, awalnya memang untuk pemerataan siswa. Tapi, dalam pelaksanaan di lapangan, justru sejumlah SMP di wilayah perkotaan kekurangan siswa. Karena zonasi itu, anak-anak yang ada di wilayah pinggiran tidak bisa masuk ke SMP-SMP di wilayah perkotaan. “Sehingga ada sekolah perkotaan kekurangan murid, tidak sesuai seperti yang diinginkan sebagai evaluasi kita usulkan paling tidak ada langkah-langkah yang lebih baik. Kalau di SMP begitu masih ada kekurangan, Disdik saya perintahkan langsung untuk memperpanjang waktu pendaftaran. Langkah saya kan itu...engak apa-apa,” kata Bupati.
Bupati Pati Haryanto mengatakan, sejumlah sekolah yang kekurangan siswa pada PPDB tahun pelajaran 2018/2019, seperti SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 6 dan SMPN 8 Pati.(●)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s