Cetak
Dilihat: 1521

Batangan – Satuan Polisi Pamong Praja membongkar paksa lokalisasi dan tempat karaoke yang beroperasi di wilayah Kecamatan Batangan. Forkompincam, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan Kades se Kecamatan Batangan, menyaksikan pembongkaran tersebut, Jumat siang (28/7).Pembongkaran sekaligus penutupan lokalisasi dan tempat karaoke tersebut, menindaklanjuti keluhaan dan desakan masyarakat, yang merasa terganggu. Apalagi keberadaan lokalisasi yang menyatu dengan tempat karaoke di dua tempat berbeda itu, dikawatirkan berdampak kepada anak-anak.

Kepada Radio PAS, Camat Batangan, Supat mengaku, selama ini memang pihaknya sering mendapat keluhan masyarakat, tokoh masyarakat, maupun tokoh agama, yang menghendaki tindakan tegas berupa pembongkaran dan penutupan tempat karaoke sekaligus ajang prostitusi.
“Yang melandasi itu, laporan masyarakat, terus dari IPHI, tokoh masyarakat, pemuda dan Kepala Desa. Penutupan ini mengacu pada Perda yang ada di Kabupaten Pati (Perda No.8/2013). Berkaitan dengan itu juga ketertiban umum,” terangnya.
Pembongkaran dan penutupan terpaksa dilakukan, tutur Camat Supat, karena pemilik bedeng-bedeng karaoke sebagai ajang prostitusi mengabaikan tiga kali peringatan dari Pemerintah, yang diawali dengan sosialisasi. Bahkan, mereka tetap beraktivitas hingga habis batas toleransi untuk membongkar bangunan, yang dinilai menyalahi peruntukan.
“Pertama sosialisasi kita datang sendiri ke lokasi. Setelah itu ada surat peringatan pertama, kedua, ketiga dan empat kali ini. Harapanya  setelah ada pembongkaran dan penutupan, masyarakat menjadi kondusif, dan tidak terusik lagi dengan kegiatan tempat karaoke berselubung prostitusi, minuman keras, narkoba dan lainya,” katanya.
Pada eksekusi pembongkaran dan penutupan itu, Satpol PP melibatkan sejumlah petugas Polsek dan Koramil 15/Batangan, dibantu sejumlah anggota Banser NU, dan warga.(•)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s