Ratusan Kapal Nelayan Takut Melaut, Ribuan ABK Menganggur

Pati, Juwana – Ribuan anak buah kapal (ABK) di Juwana menganggur, sejak dua bulan terakhir ini. Sementara kapal-kapal penangkap ikan yang mereka awaki, belum bisa melaut, karena surat kelengkapan izin melaut belum turun. Baik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) maupun Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Ratusan kapal nelayan masih bersandar di Pelabuhan Juwana, sementara belasan ribu anak buah kapal (ABK)-nya menganggur. Ini, lantaran lamanya pengurusan surat izin kelengkapan melaut dan menangkap ikan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) maupun di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang belum turun. Khususnya perizinan kapal dengan daerah penangkapan di Makasar dan Papua. “Nelayan belum banyak yang melaut, khususnya yang menggunakan alat tangkap pursein. Karena sulitnya birokrasi pengurusan perizinan yang ada di Jakarta yang sampai sekarang belum turun juga masalah gelombang yang di Papua ini gelombang tinggi di samping itu musim dingin,” demikian Ketua Paguyuban Pemilik Kapal Desa Bendar Juwana, H Jamari Ridwan, saat diwawancara, Sabtu siang (28/7/2018).
Jamari Ridwan mengatakan, saat ini banyak ABK  yang menganggur, dan lebih banyak melakukan kegiatan perbaikan kapal, sampai ada perintah dari pemilik dan nahkoda untuk melaut. “Ini kasihan untuk teman-teman nelayan. Kalau nahkoda, dan pemilik kapal itu uangnya banyak. Tapi untuk ABK ini kasihan,”  ujarnya.
Ketua Paguyuban Pemilik Kapal Desa Bendar Juwana Jamari Ridwan mengatakan, hingga saat ini ada lebih dari lima ratus kapal motor tangkap ikan, dengan rerata ABK antara 30 orang hingga 40 orang per kapal, yang bersandar di sepanjang alur sungai menuju Pelabuhan Juwana.(●)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla