Cetak
Dilihat: 1430

Pati – Empat wartawan di Pati mengalami perlakukan tidak mengenakan dari staf salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kejadian itu, ketika keempat wartawan hendak melakukan peliputan Konsultasi Publik Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Pegunungan Kendeng. Peristiwa pengusiran terhadap wartawan itu terjadi, saat keempatnya hendak memasuki ruang rapat Pragola Setda Pati, untuk melakukan peliputan, Sabtu pagi (29/7). Petugas penerima tamu, staff  Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melarang wartawan untuk memasuki ruangan tanpa membawa undangan, dengan alasan acara Konsultasi Publik  berlangsung tertutup.

Seorang yang ikut diusir staff DLH yang meminta bantuan petugas Satpol PP,  Edy Susanto, wartawan Lingkar Jateng mengaku, dari penuturan staff DLH, pelarangan untuk masuk meliput Konsultasi Publik itu, alasannya sudah ada dua wartawan yang sudah teken kerjasama dengan agenda OPD terkait.
“Dan sempat staff yang berjaga dan menerima tamu itu,memanggil petugas Satpol PP untuk melakukan pengusiran. Dan Satpol PP itu mengusir kita untuk menjauh dari pintu masuk itu,” kata Edy Susanto.  
Dikonfirmasi usai acara tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati, Purwadi mengaku, pihaknya tidak menyatakan Konsultasi Publik Penyusunan KLHS yang melibatkan semua unsur masyarakat disekitar Pegunungan Kendeng itu, tertutup untuk wartawan.
“Saya tidak ada terbuka atau tertutup dalam pada Konsultasi Publik KLHS itu. Kita memang mengundang sekian orang itu aja. Saya enggak tahu kalau ada mengalami seperti itu. Kalau itu terjadi saya mohon maaf, tidak ada kebijakan kok dua yang diundang dan tertutup. Dan kami memang mengacunya ke Humas, yang tahu Humas itu,” ujarnya.
Entah siapa yang memerintahkan, ketika acara hampir berakhir, masih saja melakukan hal serupa kepada wartawan lainnya, meski akhirnya diijinkan meliput.(•)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s