Home

Pati, Kota –  Secara umum pendapatan daerah pada rancangan APBD Kabupaten Pati 2018 mengalami penurunan.  Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pati mendorong semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan pendapatan, untuk menopang kemandirian daerah.
Kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah  dengan berbagai isu aktual yang terjadi di daerag, secara umum proyeksi rancangan APBD 2018, pendapatan daerah ditargetkan senilai Rp.2,021 triliyun, dengan belanja daerah dialokasikan senilai Rp. 2,101 triliyun. Sehingga ada defisit anggaran senilai Rp.79,34 milyar lebih. Selanjutnya defisit itu akan ditutup dengan pembiayaan daerah. Untuk itu, Pemerintah sesuai regulasi yang ada, perlu untuk memberikan penjelasan keterangan dan gambaran umum mengenai kondisi keuangan daerah.  

0
0
0
s2sdefault

Pati, Kota – Pemerintah Kabupaten Pati pada tahun anggaran 2018 mendatang, kembali menggelontorkan anggaran untuk penyertaan modal ke PDAM Tirta Bening. Pengelontoran penyertaan modal itu, untuk meningkatkan kinerja dan cakupan pelayanan pemenuhan kebutuhan air minum kepada masyarakat.
Besaran penyertaan modal ke dalam PDAM Tirta Bening  dari Pemkab Pati itu, mencampai nominal Rp.6 milyar. Selain untuk meningkatan income atau pendapatan daerah, penyertaan modal itu diharapkan juga dapat meningkatkan pelayanan dan sambungan rumah baru, untuk kebutuhan air minum.

0
0
0
s2sdefault

Pati, Gungungwungkal – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III tahun anggaran 2017 di wilayah Kabupaten Pati resmi berakhir, Kamis pagi (26/10). Penyerahan peralatan kerja menandai penutupan pelaksanaan TMMD di Desa Jembulwunut Kecamatan Gunungwungkal, yang berlangsung selama 30 hari.
Kehadiran prajurit TNI anggota Kodim 0718/Pati melalui program TMMD, berhasil mencapai 100% dari rencana yang ditargetkan. Seperti pembuatan, perbaikan dan pelebaran jalan desa, rehab rumah tidak layak huni, hingga program jambanisasi kepada masyarakat kurang mampu di desa sasaran.

0
0
0
s2sdefault

Pati, Tayu– Petani di Kabupaten Pati harus melek teknologi, sehingga di musim kemarau rcocok tanam  mereka masih berkelanjutan. Seperti halnya, petani di wilayah Kecamatan Tayu dan Kecamatan Dukuhseti, meski musim kemarau mereka masih bisa bercocok tanam dengan menanam timun varietas miyabi.
Bagi petani di Kecamatan Tayu dan Kecamatan Dukuhseti, musim kemarau bukanlah momok yang menakutkan, untuk bercocok tanam. Dengan memanfaatkan perkembangan informasi teknologi, justru di musim kemarau menjadi waktu yang tepat untuk mengembangkan atau menanam timur varietas miyabi. Apalagi buah yang mirip timun suri ini, laku ekspor hingga ke Jepang.

0
0
0
s2sdefault

Joomla templates by a4joomla