Home

101fm, Pati Kota – Seorang terpidana kasus narkoba pindahan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekalongan, yang menempati salah satu sel di Lapas Pati, harus berurusan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah.
Penangkapan terpidana narkoba jaringan Jepara itu, setelah dua hari menjalani karantina untuk menempati kamar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati. Setelah berkoordinasi sebelumnya dengan pihak Lapas Kelas II B Pati, BNN Provinsi Jawa Tengah menangkap terpidana bersangkutan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas II B Pati Fajar Setiawan mengatakan, terpidana pindahan dari Lapas Pekalongan yang baru dua hari menempati kamar di Lapas Kelas II Pati itu bernama Nurkhan berusia empat puluhan tahun warga Kabupaten Jepara. Petugas BNNP Jawa Tengah menangkap terpidana di kamarnya, pada Jumat lalu (12/4/2019). “Dia baru dua hari datang di sini. Kemudian tak lama BNNP koordinasi ke kita terkait dengan adanya pengungkapan kasus, yang salah satunya mengerucut kepada salah satu warga binaan kami yang baru dua hari pindahan dari Lapas Semarang, Lapas Pekalongan, baru ke Lapas Pati,” ujarnya.
Fajar Setiawan menjelaskan, setelah dua hari menempati kamarnya BNNP Jawa Tengah sempat berkoordinasi dengan Lapas Kelas II Pati menyusul pengembangan keterangan terhadap dua pelaku kurir sabu yang tertangkap di Stasiun Tawang Semarang. Rencananya sabu dari Tegal itu, hendak diedarkan di wilayah Jepara dan Pati yang dikendalikan terpidana narkoba di salah satu Lapas. Keterangan kedua kurir narkoba itu, kata Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Pati Fajar Setiawan mengutip penyataan petugas BNNP Jawa Tengah mengarah kepada Nurkhan yang baru dipindahkan dari Lapas Pekalongan ke Lapas Pati. “Karena koordinasi yang bagus dengan BNNP Jawa Tengah, akhirnya apa yang dibutuhkan untuk mengungkap jaringan tersebut bisa kita pecahkan. Waktu itu dari BNN hanya memintakan yang bersangkutan melakukan hal – hal ini, mohon untuk diambilkan orangnya,” terangnya.
Nurkhan narapidana yang mengendalikan sindikat narkoba tersebut, sebelumnya tercatat warga binaan Lapas kedungpane Semarang, kemudian dipindah ke Lapas Pekalongan, dan terakhir di Lapas Kelas II B Pati. Saat penangkapan, petugas BNNP Jawa Tengah bersama Lapas kelas II B Pati saat pemeriksaan sel napi mendapati dua unit telepon genggang di kamar Nurkhan.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault

Pati, Kota – Meski aturan sudah melarang dan polisi sudah berulang kali memberikan imbauan, namun masih banyak pengendara yang merokok saat mengemudikan kendaraan. Larangan dan imbauan untuk tidak merokok, mendengarkan musik memakai headset maupun menggunakan gawai (telepon genggam pintar), senantiasa disampaikan kepada masyarakat, karena dapat mengganggu konsentrasi dan membahasyakan pengendara saat mengemudi kendaraan di jalan raya.
Saat berkendaraan, seorang pengemudi baik sepeda motor maupun mobil, membutuhkan konsentrasi tinggi. Selain bagi diri sendiri, seorang pengemudi juga harus bertanggung jawab bagi pada pengemudi dan kendaraan lain.

0
0
0
s2sdefault

Pati, Kota – Menjelang hari H pemilihan presiden dan wakil presiden, serta pemilihan legislatif berlangsung, Bupati Pati Haryanto mengingatkan para kadesnya untuk siaga. Kades selaku orang pertama di desa, harus bisa mendorong warganya menggunakan hak pilih, serta memfasilitasi kebutuhan di TPS bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

0
0
0
s2sdefault

Pati, Kota – Sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Pati akan mendapatkan pengamanan dengan pola khusus dari aparat kepolisian. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya pilpres dan pilleg mendatang.
Pemberian pengamanan dengan pola khusus tersebut, sebagai upaya kepolisian bersama aparat keamanan lainnya, agar pemungutan hingga penghitungan suara pilpres dan pilleg, Rabu (17/4/2019) mendatang berjalan lancar.

0
0
0
s2sdefault

Joomla templates by a4joomla