Home

101pasfmpati, Pati Kota -  Pemerintah Kabupaten Pati melalui dinas/instansi terkait kini masih kesulitan untuk menangani para penyandang disabilitas mental yang banyak ditemui di wilayahnya. Ini karena mereka tidak memiliki kartu identitas, seperti e-KTP, KK, maupun KIA.
Banyaknya penyandang disabilitas mental di wilayah Kabupaten Pati, membuat kebingungan pemkab setempat untuk mengambil tindakan. Untuk membawanya ke rumah atau balai rehabilitasi pun, terkendala dengan persyaratan administrasi. Hal inilah yang sempat dibahas Komisi D DPRD Pati bersama dinas/instansi terkait dalam rapat koordinasi, Senin siang (29/3/2021)

0
0
0
s2smodern

101fm, Pati Kota -Sabtu 27 Maret 2021, sejumlah guru di MTsN 3 Pati mengikuti pelatihan Computational Thinking. Acara ini dilaksanakan atas Kerjasama antara MTsN 3 Pati dengan Biro Bebras IPMAFA, serta di dukung oleh Google.org dan Kementerian Agama.

Acara ini diikuti oleh 50 guru yang sebagian besar dari guru-guru MTsN 3 Pati, serta beberapa guru lain dari madrasah-madrasah Tsanawiyah sekitar. Acara yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat ini diawali dengan sambutan dari Kepala MTsN 3 Pati, Drs. H. Supalal, M.Pd, dilanjutkan oleh Wakil rector III bidang Kerjasama dan Hukum Bapak Wakhrodli, MSI, kemudian acara dibuka oleh Ka. Kemenag Kab. Pati yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak. H. Ruhani, S.Ag. MH. selaku Kasi Pendidikan Madrasah.

0
0
0
s2smodern

101fm, Pati Kota -Kasus terkonfirmasi covid-19 di Kabupaten Pati, menunjukkan trend menurun. Hanya saja masih ada temuan-temuan kasus baru.

Grafik penularan covid-19 di Kabupaten Pati secara umum menurun. Ruang-ruang isolasi di rumah sakit dan di rumah karantina mulai bamyak yang kosong.

0
0
0
s2smodern

101fm, Pati Kota - Belum lama ini, sejumlah komputer untuk keperluan pembelajaran di salah satu ruang SMA Negeri 2 Pati, raib. Raibnya komputer-komputer itu, ternyata akibat ulah seorang oknum di sekolah tersebut.
Komputer untuk keperluan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) miilik SMA Negeri 2 yang tersimpan di salah satu ruangan, beberapa diantaranya hilang. Hilangnya komputer itu diketahui ketika dilakukan audit internal yang mendapati barang seharga Rp9juta per unit itu, ada selisih jumlah kurang sembilan unit, yang kemudian dilaporkan ke polisi. Dari hasil penyelidikan polisi menemukan pelakunya ternyata oknum karyawan di sekolah setempat.
“Inisial tersangka pelaku TP, warga Desa Gembong Kecamatan Gembong, kebetulan dia teknisi. Dia karyawan honorer di sekolah tersebut,” demikian Kapolres Arie Prasetya Syafaat diwakili Kasatreskrim AKP Ghala Rimba Doa Sirrang, pada konferensi pers di Mapolres Pati, Jumat kemarin (26/3/2021)

0
0
0
s2smodern

Joomla templates by a4joomla