Home

101fm, Pati Kota - Menyikapi unjuk rasa yang digelar oleh para pegiat seni hari ini, Bupati Pati Haryanto menegaskan bahwa pementasan panggung hiburan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, untuk ditunda hingga persebaran Covid-19 di tanah air mereda. 

0
0
0
s2smodern

101fm, Pati Kota – Pengajuan permohoanan sertifikat kepemilikan tanah oleh seorang warga Kelurahan Pati Kidul yang sempat memunculkan permasalahan, ternyata harus dimediasi. Forkompimcam Pati Kota menyarankan pihak-pihak yang saling bersitegang bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan itu secara hukum perdata di pengadilan.
Mediasi yang diinisiasi Camat Pati Didik Rusdiartnono terkait masalah pengajuan sertifikat kepemilikan tanah itu, mengundang seseorang yang ahli waris Wagini didampingi Ormas Wong Pati Madani.
Menurut Camat Pati Didik Rusdiartono, permasalahan itu awalnya adanya penolakan Kepala Kelurahan Pati Kidul untuk menandatangani pengajuan akte sertifikat. Karena tanah yang diaku sebagai milik ahli waris Wagini itu telah bersertifikat HM Nomor 00134 dan HM Nomor 142 atas nama Muhammad Iskandar. “Sehingga Kepala Kelurahan tidak berani menandatangani pengajuan tersebut. Dan karena mendapat tekanan, Lurah mencari dan memfotokopikan leter C desa atas nama Wagini. Ternyata tanah atas nama Wagini bukan sebidang tanah pada gambar yang diajukan pada permohonan tersebut. Tapi sebidang tanah di tempat lain atas nama Wagini yang sekarang masih hidup dengan sertifikat HM Nomor 2008,” katanya.

0
0
0
s2smodern

101fm, Pati Kota – Ratusan seniman di Pati menggelar aksi doa bersama di Alun-Alun Simpang Lima Pati dan audensi dengan Pemkab Pati, Kamis (9/7/2020). Doa bersama dan audensi kepada pemerintah itu untuk meminta kelonggaran (relaksasi) pentas seni. 

Sejak empat bulan lalu para pelaku seni di Kabupaten Pati kehilangan mata pencahariannya. Ini menyusul adanya pelarangan berkumpul sebagai salah satu upaya penanggulangan dan pencegahan penularan covid-19. Mereka pun mendesak Pemkab Pati untuk memberikan kelonggaran (relaksasi) pentas seni dengan tetap berpedoman dengan protokol kesehatan penanganan covid-19. Meski berkali-kali mengajukan permohonan, tapi belum mendapat restu dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati. Sehingga kecewa, mereka kembali beraksi dengan berdoa bersama di Alun-Alun Pati dan beraudensi kembali dengan pemerintah.

0
0
0
s2smodern

101fm, Pati Kota – Polres Pati melakukan penyekatan di sejumlah titik, untuk mengantisipasi penumpukan masa yang hendak melakukan aksi doa bersama dan audensi seniman dengan Pemkab Pati, Kamis (9/7/2020).
Penyekatan terhadap masa yang hendak bergabung pada aksi doa bersama dan audensi seniman se-Kabupaten Pati itu, merupakan upaya pencegahan atau preventif dalam mengantisipasi jumlah masa. Penyekatan itu dilakukan dengan imbauan, masyarakat agar mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan penanganan covid-19.

0
0
0
s2smodern

Joomla templates by a4joomla