{"id":2845,"date":"2024-03-11T10:57:22","date_gmt":"2024-03-11T03:57:22","guid":{"rendered":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/?p=2845"},"modified":"2024-03-12T11:13:06","modified_gmt":"2024-03-12T04:13:06","slug":"hujan-seharian-puluhan-rumah-di-kecamatan-tayu-tergenang-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/2024\/03\/11\/hujan-seharian-puluhan-rumah-di-kecamatan-tayu-tergenang-banjir\/","title":{"rendered":"Hujan Seharian, Puluhan Rumah di Kecamatan Tayu Tergenang Banjir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">pasfmpati.com, Pati Tayu: Akibat hujan deras turun seharian serta faktor sampah, mengakibatkan puluhan rumah di wilayah Kecamatan Tayu tergenang banjir, Sabtu lalu (9\/3\/2024). Namun banjir itu lekas surut setelah masyarakat menyingkirkan sampah-sampah yang menyumbat aliran air ke sungai.<br \/>\n<!--more-->Camat Tayu Kabupaten Pati Imam Rifai menuturkan, ada tiga desa di wilayahnya yang terdampak. Banjir menggenangi puluhan rumah warga untuk beberapa jam lamanya.<br \/>\n\u201cMasing-masing desa itu terdapat puluhan rumah yang terendam sampai ke dalam rumah dengan ketinggian air hingga 30 cm,\u201d katanya.<br \/>\nImam Rifai menuturkan, air hujan yang menggenangi rumah-rumah warga tersebut, akibat buruknya saluran drainase, yang ada di desa terdampak. Sehingga aliran air dari permukiman warga menuju ke sungai tersumbat.<br \/>\n\u201cPenyebab utama adalah saluran air yang tidak mampu menampung debit air, sehingga air masuk ke dalam rumah,\u201d terangnya.<br \/>\nKurang dari 12 jam, genangan air di rumah-rumah warga itu akhirnya surut, setelah warga bergotong royong menyingkirkan sampah yang menyumbat di saluran-saluran air.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>pasfmpati.com, Pati Tayu: Akibat hujan deras turun seharian serta faktor sampah, mengakibatkan puluhan rumah di wilayah Kecamatan Tayu tergenang banjir, Sabtu lalu (9\/3\/2024). Namun banjir itu lekas surut setelah masyarakat menyingkirkan sampah-sampah yang menyumbat aliran air ke sungai.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2847,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2845","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2845"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2845\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2846,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2845\/revisions\/2846"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}