{"id":6208,"date":"2025-09-27T10:00:42","date_gmt":"2025-09-27T03:00:42","guid":{"rendered":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/?p=6208"},"modified":"2025-09-27T14:01:46","modified_gmt":"2025-09-27T07:01:46","slug":"dinkes-pati-evaluasi-temuan-kasus-tbc-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/2025\/09\/27\/dinkes-pati-evaluasi-temuan-kasus-tbc-2025\/","title":{"rendered":"Dinkes Pati Evaluasi Temuan Kasus TBC 2025"},"content":{"rendered":"<p>pasfmpati.com, Kota ; Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat capaian temuan kasus tuberkulosis (TBC) baru mencapai 55 persen. Angka tersebut masih jauh dari target tahunan 2025 sebesar 90 persen sesuai indikator nasional.<br \/>\n<!--more-->Ketua Tim P2PM Dinkes Pati, Yanti, menyebut seharusnya capaian pada bulan September sudah menyentuh 67 persen. \u201cNamun faktanya capaian baru 55 persen sehingga perlu evaluasi serius demi mengejar ketertinggalan,\u201d ujarnya.<br \/>\nIa menjelaskan sejumlah kendala, salah satunya skrining TBC belum optimal karena banyak tidak memenuhi ketentuan pemeriksaan. \u201cSelain itu, kesadaran masyarakat untuk berobat ke fasilitas kesehatan juga masih tergolong rendah,\u201d katanya.<br \/>\nDinkes Pati pun menggelar koordinasi lintas sektor bersama kader kesehatan melalui program Gerakan Masyarakat Memberantas TBC (Gemati). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan penemuan kasus, capaian pengobatan, dan pencegahan penularan.<br \/>\nYanti menegaskan bahwa keberhasilan pengobatan pasien TBC di Kabupaten Pati saat ini mencapai 84 persen. \u201cMeski cukup baik, angka ini tetap harus ditingkatkan agar penularan ke orang lain bisa ditekan,\u201d ungkapnya.<br \/>\nIa berharap masyarakat lebih peduli untuk melakukan pemeriksaan dini serta mendukung terapi pencegahan TBC bagi kontak serumah. \u201cSemakin banyak pasien ditemukan dan diobati, semakin rendah risiko penularan kepada orang lain,\u201d jelas Yanti.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>pasfmpati.com, Kota ; Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat capaian temuan kasus tuberkulosis (TBC) baru mencapai 55 persen. Angka tersebut masih jauh dari target tahunan 2025 sebesar 90 persen sesuai indikator nasional.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6209,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-6208","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6208","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6208"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6208\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6210,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6208\/revisions\/6210"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6208"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6208"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6208"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}