{"id":6581,"date":"2025-11-11T13:46:36","date_gmt":"2025-11-11T06:46:36","guid":{"rendered":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/?p=6581"},"modified":"2025-11-11T13:46:36","modified_gmt":"2025-11-11T06:46:36","slug":"getuk-tradisional-rizal-dan-fatoni-bertahan-di-era-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/2025\/11\/11\/getuk-tradisional-rizal-dan-fatoni-bertahan-di-era-modern\/","title":{"rendered":"Getuk Tradisional Rizal dan Fatoni Bertahan di Era Modern"},"content":{"rendered":"<p>pasfmpati.com, Margoyoso;\u00a0Setiap sore di Margoyoso, Pati, Rizal dan Fatoni tampak sibuk melayani pembeli yang memadati outlet getuk mereka. Dua sahabat asal Juwana ini dengan tekun menjaga warisan keluarga, menjajakan aneka jajanan tradisional peninggalan orang tua mereka.<br \/>\n<!--more-->Perjalanan mereka dimulai setiap siang dari Juwana menuju Margoyoso, menempuh jarak puluhan kilometer demi mempertahankan cita rasa. Sekitar pukul 14.00 WIB mereka tiba di lokasi, lalu menyiapkan bahan dagangan selama tiga puluh menit sebelum membuka outlet pukul 14.30 WIB.<br \/>\nRizal mengatakan, usaha itu berawal dari dorongan orang tua yang telah berjualan getuk jauh sebelum ia lahir. \u201cKami hanya meneruskan usaha keluarga, tapi kami ingin kemasannya lebih menarik agar tetap diminati,\u201d ujarnya, Kamis (7\/11\/2025).<br \/>\nAneka jajanan seperti getuk lindri, kue puthu, cenil, dan ongol-ongol menjadi daya tarik bagi pelanggan setia mereka. Dengan harga Rp5.000 per porsi, pembeli dari berbagai kalangan datang silih berganti menikmati cita rasa tradisional tersebut.<br \/>\nMeski konsep jualannya sederhana, omzet yang mereka hasilkan cukup memuaskan untuk ukuran usaha kecil. Dalam sehari, keduanya mampu meraup pendapatan sekitar Rp400 ribu yang sebagian digunakan untuk menambah bahan dan memperbaiki perlengkapan.<br \/>\nKini, usaha keluarga ini telah berkembang dengan tiga cabang di Juwana, Pati, dan Margoyoso yang baru enam bulan berjalan. \u201cKami berharap getuk tradisional tetap eksis di tengah gempuran makanan modern,\u201d tutur Fatoni optimistis.(Tim Kuliah Kerja Komunikasi Ipmafa)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>pasfmpati.com, Margoyoso;\u00a0Setiap sore di Margoyoso, Pati, Rizal dan Fatoni tampak sibuk melayani pembeli yang memadati outlet getuk mereka. Dua sahabat asal Juwana ini dengan tekun menjaga warisan keluarga, menjajakan aneka jajanan tradisional peninggalan orang tua mereka.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,8],"tags":[],"class_list":["post-6581","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","category-informasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6581"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6581\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6583,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6581\/revisions\/6583"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}