{"id":7962,"date":"2026-06-17T15:34:23","date_gmt":"2026-06-17T08:34:23","guid":{"rendered":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/?p=7962"},"modified":"2026-06-17T15:38:15","modified_gmt":"2026-06-17T08:38:15","slug":"puluhan-tahun-rusak-warga-tagih-janji-jalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/2026\/06\/17\/puluhan-tahun-rusak-warga-tagih-janji-jalan\/","title":{"rendered":"Puluhan Tahun Rusak, Warga Tagih Janji Jalan"},"content":{"rendered":"<p>Pati, Kota; Kerusakan jalan penghubung Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, menuju wilayah Kecamatan Kayen kembali memicu gelombang protes masyarakat. Jalan yang menjadi akses utama ribuan warga itu dilaporkan rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan menyeluruh.<br \/>\nKekecewaan warga memuncak setelah kondisi jalan terus memburuk dan mengganggu aktivitas harian masyarakat setempat. Sekitar enam puluh warga kemudian mendatangi Kantor Bupati Pati untuk menyampaikan tuntutan pembangunan jalan secara langsung.<br \/>\n<!--more-->Masyarakat menilai kerusakan jalan tidak lagi sekadar persoalan infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan dan perekonomian warga. Ruas jalan sepanjang sekitar tiga kilometer tersebut menjadi penghubung penting kawasan Tompegunung dengan wilayah Kecamatan Kayen.<br \/>\nKoordinator massa, Nardi, mengatakan jalan tersebut berfungsi sebagai jalur utama menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan. &#8220;Kami datang meminta jalan dibangun karena ini akses ekonomi, sekolah, pasar, dan rumah sakit warga,&#8221; ujarnya.<br \/>\nMenurut Nardi, kerusakan jalan telah berlangsung puluhan tahun dan belum pernah mendapat penanganan permanen yang memadai. Perbaikan yang dilakukan selama ini hanya berupa tambal sulam sehingga kerusakan kembali muncul dalam waktu singkat.<br \/>\nWarga mengaku sering menyaksikan pengendara sepeda motor terjatuh akibat lubang dan permukaan jalan yang tidak rata. Risiko kecelakaan meningkat ketika hujan turun karena genangan air menutupi kerusakan jalan yang cukup parah.<br \/>\nDampak kerusakan jalan juga dirasakan kalangan pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju sekolah. Ana, seorang pelajar sekolah dasar, mengaku sering mengalami keterlambatan akibat kondisi jalan yang sulit dilalui.<br \/>\n&#8220;Saya sering terlambat sekolah karena jalannya rusak dan harus lebih hati-hati saat melewatinya setiap hari,&#8221; katanya. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan agar pelajar dapat berangkat sekolah dengan aman dan nyaman.<br \/>\nDalam audiensi tersebut, warga memperoleh informasi bahwa pemerintah berencana melakukan survei lapangan pada 20 Juni mendatang. Usulan pembangunan disebut akan diarahkan melalui anggaran perubahan dengan estimasi kebutuhan mencapai Rp3 miliar.<br \/>\nNamun hingga audiensi berakhir, tidak satu pun pejabat teras Pemerintah Kabupaten Pati bersedia memberikan keterangan kepada awak media. Sikap tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai komitmen pemerintah dalam menjawab keluhan warga yang telah menunggu perbaikan jalan selama puluhan tahun.<br \/>\nMasyarakat mendesak pemerintah segera membuktikan janji pembangunan melalui langkah konkret dan penganggaran yang jelas.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pati, Kota; Kerusakan jalan penghubung Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, menuju wilayah Kecamatan Kayen kembali memicu gelombang protes masyarakat. Jalan yang menjadi akses utama ribuan warga itu dilaporkan rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan menyeluruh. Kekecewaan warga memuncak setelah kondisi jalan terus memburuk dan mengganggu aktivitas harian masyarakat setempat. Sekitar enam puluh warga kemudian mendatangi Kantor Bupati Pati [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7964,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,8,24,21,20],"tags":[],"class_list":["post-7962","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-informasi","category-lain-lain","category-pendidikan","category-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7962","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7962"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7962\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7963,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7962\/revisions\/7963"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7962"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7962"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pasfmpati.com\/radio\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7962"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}