101pasfmpati, Pati Pucakwagi : Keluarga di Kabupaten Pati mengaku telah kehilangan kontak dengan seorang anggota keluarganya yang bekerja di Jepang sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Keluarga kehilangan dengan PMI bersangkutan sudah dua tahun lalu, dan sudah melapor ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati.Diwawancara Kamis siang (20/4/2023), Wardono sebagai paman PMI yang hilang kontak, memang pihak keluarga hilang kontak dengan keponakannya bernama Aris Setiya Irawan warga Desa Triguno Kecamatan Pucakwangi, sejak dua tahun lalu, hingga sekarang. Aris merantau ke Jepang sebagai PMI formal dalam program magang melalui LPK Iroha, Sleman, Yogyakarta, pada 2016 lalu. “Sejak 2021 itu sudah kehilangan kontak. Jadi sampai saat itu dan kami menunggu kabar. Namun sampai sekarang belum ada kabar. Tapi kami mendapat kabar dari media di sana, mendapat kabar tidak baik. Harapan kami bukan keponakan kami, harapannya keponakan masih sehat,” jelasnya.
Wardono mengatakan, bersama keluarga selalu memantau perkembangan melalui media dalam negeri, maupun media di Jepang. Pihaknya juga menunggu kepastian pemberitaan di media nasional, terkait kabar Kepolisian Jepang menangkap tiga PMI, diduga terkait kasus pembunuhan seorang pria PMI lain asal Kabupaten Pati, di Prefektur Fukushima Jepang. “Untuk keluarga pastinya menunggu hasil identifikasi dari kepolisian sana. Kalau saya baca di media itu sudah ditangani polisi di sana, tahap demi tahap kok pelakunya sampai diberitakan sudah tertangkap,” terang Wardono.
Meski syok dengan adanya pemberitaan itu, pihak keluarga, kata Wardono, akan kooperatif untuk test DNA, membantu proses Kepolisian Jepang mengungkap jenazah dalam koper yang di buang di sebuah lapangan di Prefektur Fukushima Jepang.



