pasfmpati.com, Pati Kota : Sejumlah mahasiswa Institut Mathali1ul Fallah (Ipmafa) Kajen beraudensi ke DPRD Kabupaten Pati, Selasa (11/7/2023). Mereka merupakan mahasiswa program studi (prodi) Pengembangan Masyarakat Islam dan prodi menejemen zakat wakaf yang datang bertemu wakil rakyat, belajar memperjuangan aspirasi masyarakat dengan cara yang lebih santun.
Menurut Mahasiswa Ipmafa Kajen Syakhawatin Kamillah dan Muhammad Irfan Maulana Syahrudin, audensi itu untuk belajar bagaimana nanti membawa suara-suara dari bawah atau masyarakat agar bisa dengar pendapat dengan para pemangku kebijakan. “Jadi kita WNI itu tidak bisa berdiri sendiri tanpa kebijakan-kebijakan dari atas. Sedang suara-suara dari bawah itu, untuk membawa ke atas butuh proses yang tidak mudah. Ini latihannya seperti ini. Harapan kedepan dari mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat dan Prodi Managemen Zakat Wakaf mendampingi masyarakat dari bawah untuk mencapai kebijakan-kebijakan yang diharapkan,” katanya.
Selain soal kebijakan yang berpihak kepada pesantren, juga terkait agenda isu lingkungan yang dibawa para mahasiwa saat audensi siang itu.
Dimintai komentarnya usai audensi, anggota Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Pati Ir HM Nur Sukarno menilai apa yang diupayakan mahasiswa Ipmafa merupakan hal yang positif. Terutama dalam pembelajaran berpolitik di kalangan kampus. “Cukup berkembanglah tadi audensinya, dan pertanyaan kritis-kritis, termasuk pertanyaan kenapa penganggaran bisa defisit, kegiatan-kegiatan di dinas kok kurang maksimal, terus banyak jalan di Pati banyak yang rusak. Dia juga menyampaikan kondisi riil di lapangan, kita terima kasih,” jelas Sukarno.
Anggota Bapemperda DPRD Pati dari Fraksi Golkar ini juga menerima masukan adanya praktik prostitusi di Lapangan Banteng Trangkil, untuk ditindaklanjuti bersama dinas terkait.(Mahasiswa PPL IAIN Kudus)
17 Juli 2026
Pati, Margorejo; MAN 1 Pati menutup Masa Ta`aruf Murid Baru (Matamuda) dengan pentas kreativitas siswa pada Jumat, 17 Juli 2026.…


