pasfmpati.com, Pati Kota : DPRD Kabupaten Pati adanya regulasi yang mengatur tentang kemasan makanan dan minuman di kafe. Maraknya kafe ini, tentu akan berpengaruh terhadap limbah makanan dan minuman itu sendiri.
Anggota Komisi B DPRD Pati yang juga pemerhati lingkungan Ir HM Nur Sukarno mengatakan, sampah-sampah baik dari limbah rumah tangga maupun dari kafe memang perlu ada penataan. Memang tidak dipungkiri sampah lebih banyak dihasilkan dari sektor perekonomian terutama dari makanan dan minuman.
“Menjamurnya warung-warung kopi atau warung lesehan di Kabupaten Pati belakangan ini, turut andil besar terhadap meningkatnya limbah sampah. Apalagi sekarang ini, kafe lebih banyak menggunakan kemasan yang sebagian plastik untuk minuman dan makanan,” katanya.
Tak dipungkiri, kata Sukarno, munculnya kafe-kafe sebagai pertanda geliat ekonomi di Pati berjalan. Tapi pemerintah perlu mengontrol dan memantau keberadaan kafe-kafe tersebut. “Perlu ada regulasi yang ketat. Mengingat sampah yang dihasilkan dari kemasan beberapa kafe merupakan plastik yang tidak dapat terurai. Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati hasil sampah di Pati mencapai 100 ton perharinya yang masuk ke TPA Banyuurip,” terang Politikus Partai Golkar Kabupaten Pati.
Regulasi memang menjadi kebutuhkan, sebagai pengendalian pengelolaan sampah dalam jangka waktu tertentu. Ir HM Nur Sukarno juga berharap, ada upaya mengoordinasi pemulung dalam pengekolaan sampah di TPA.(*)
17 Juli 2026
Pati, Margorejo; MAN 1 Pati menutup Masa Ta`aruf Murid Baru (Matamuda) dengan pentas kreativitas siswa pada Jumat, 17 Juli 2026.…


