pasfmpati.com, Pati Kota: Lebaran ketupat menjadi tradisi turun-temurun yang dirayakan masyarakat setelah Hari Raya Idul Fitri. Perayaan ini berlangsung satu minggu setelah Lebaran sebagai wujud rasa syukur atas kemenangan.
Ngadimin, seorang penjual janur asal Cabak Tlogowungu, menyebutkan harga janur saat ini mencapai Rp250.000 per seribu lembar. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, harga ini sebenarnya lebih baik.
Namun, menurutnya daya beli masyarakat saat ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. “Mungkin masyarakat sekarang lebih menghemat pengeluaran karena berbagai alasan,” kata Ngadimin.
Janur yang dijualnya didatangkan dari Cilacap karena stok di daerahnya tidak mencukupi.
Mendatangkan janur dari luar kota ternyata juga meningkatkan biaya operasional penjualan. Dengan harga Rp250.000 per seribu lembar, sebenarnya dia masih mengalami kerugian
Asrofi, seorang pembeli asal Kudus, mengungkapkan bahwa ia membeli janur untuk membuat ketupat. Sebelum dan sesudah Lebaran, tradisi ini tetap dilakukan hingga perayaan lebaran ketupat.Ia juga menambahkan bahwa harga janur yang dibelinya tergolong standar. “Dengan harga Rp15.000 per 20 lembar, saya rasa ini masih cukup wajar,” kata Asrofi.(Agus Pambudi)

26 Mei 2026
Pati, Batangan; Banjir yang merendam Desa Ketitangwetan selama tiga hari memicu ancaman kesehatan serius bagi warga Kabupaten Pati. Ratusan warga…

