pasfmpati.com, Pati Kota; Kepala DPMPTSP Pati, Riyoso, angkat bicara soal video viral yang mencemarkan nama baiknya secara kejam.
Ia menyatakan siap mengusut tuntas sindikat digital yang melakukan pemerasan terhadap dirinya dengan berbagai cara tak bermoral.
“Video itu penuh rekayasa yang menyebarkan fitnah keji, memalukan saya dan seluruh keluarga sampai tujuh turunan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula saat dirinya dihubungi lewat video call dalam kondisi di kamar mandi.
“Refleks saya angkat, ternyata video call terbuka, dan muncul adegan tak pantas, langsung saya matikan,” jelas Riyoso.
Pelaku terus mengirim pesan WA, namun ditolak keras olehnya hingga akhirnya nomor tersebut langsung diblokir hari itu juga.
Menurutnya, setelah diblokir, seluruh riwayat chat pelaku otomatis terhapus, diduga dilakukan oleh aplikasi pihak ketiga.
“Saya ingin menjadikan percakapan itu bukti pemerasan, tetapi isi WA-nya hilang secara misterius,” tambahnya serius.
Riyoso mengaku siap membentuk tim hukum khusus untuk menindak sindikat kejahatan siber yang menjerat banyak korban.
“Kasus ini bukan hanya menimpa saya, tapi juga menyebar di daerah lain dan sudah masuk ranah hukum,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi provokatif tanpa bukti yang sah dan kredibel.
“Allah mengetahui segalanya, sedangkan manusia kadang hanya menilai dari apa yang terlihat di permukaan,” tutupnya.(*)

26 Mei 2026
Pati, Batangan; Banjir yang merendam Desa Ketitangwetan selama tiga hari memicu ancaman kesehatan serius bagi warga Kabupaten Pati. Ratusan warga…

