pasfmpati.com, Pati Trangkil ; Para pedagang baju di pasar Trangkil Kabupaten Pati, menghadapi tantangan besar seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap belanja online. Sehingga kondisi pasar tradisional sekarang, menjadi sepi pembeli.
Pedagang baju di Pasar Trangkil Resmiati mengaku dia berjualan sejak sebelum tahun 2000. Namun sejak berkembangan belanja online (market place), dagangannya dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami penurunan, dan sepinya pembeli.
“Dulu sebelum ada online ramai, pendapatan juga lebih banyak. Sekarang ya lumayan, tapi tidak seramai dulu,” katanya saat diwawancara di kiosnya, Rabu (18/6/2025).
Ia mengaku telah menjajakan berbagai jenis pakaian mulai dari bayi hingga dewasa, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Menurutnya, tren belanja masyarakat yang kini lebih memilih platform marketplace menjadi salah satu penyebab menurunnya penjualan di pasar tradisional.
“Anak muda, ibu-ibu sekarang kan kebanyakan belanja online,” tambahnya.
Resmiati mengungkapkan, pihak pengelola pasar pun sudah mengetahui kondisi ini. Ia mengaku pernah mendengar langsung dari Kepala Pasar, para pedagang diimbau untuk bersabar menghadapi perubahan zaman.
Nur Seha, salah satu pengunjung pasar, menyampaikan ia masih sering berbelanja di pasar karena lokasinya yang dekat dengan tempat kerja. Namun ia tidak menampik terkadang memilih membeli barang secara online.
“Kalau di pasar nggak nemu barang yang dicari, baru beli online. Ya biar dapat sesuai selera dan yang diinginkan,” tuturnya.
Fenomena ini menunjukkan, meskipun pasar tradisional masih memiliki tempat di hati sebagian masyarakat, persaingan dengan platform digital tak bisa dihindari. Harapan pun muncul agar pemerintah dan pengelola pasar dapat memberikan dukungan nyata agar pedagang bajuj tetap bertahan di tengah arus digitalisasi.(Tim Liputan PPL UIN Sunan Kudus – melaporkan)

26 Mei 2026
Pati, Batangan; Banjir yang merendam Desa Ketitangwetan selama tiga hari memicu ancaman kesehatan serius bagi warga Kabupaten Pati. Ratusan warga…

