pasfmpati.com, Pati Batangan : Peresmian pabrik garam industri di Pati menjadi titik awal peningkatan kesejahteraan petani garam pesisir utara Jawa.
Kolaborasi antara BUMD SPJT dan Pemprov Jateng ini diharapkan mendorong kemandirian produksi garam nasional.
Sekda Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa proyek sempat tertunda karena kendala pemenuhan syarat TKDN nasional.
Aturan minimal kandungan lokal sebesar 40 persen menyebabkan proses pengadaan alat harus dilakukan ulang dari awal.
“Negara kita luas, punya laut besar, tetapi tetap bergantung pada garam impor untuk memenuhi industri nasional.
Karena itu, pabrik ini butuh kolaborasi penuh: dari petani, pemerintah, sampai dunia industri harus ikut mendukung,” ucap Sekda.
Bupati Pati Sudewo mengapresiasi pabrik tersebut karena dapat memberi ruang baru bagi petani meningkatkan nilai produksi.
Ia menyebut investasi industri garam ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kehidupan petani kecil.“Meski belum semua garam petani terserap industri, kami optimistis kapasitas pabrik akan terus bertambah setiap tahun.
Harapan kami, petani garam bisa merasakan dampak langsung berupa peningkatan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi,” ujar Sudewo.Kualitas garam lokal masih menghadapi tantangan kadar NACL yang belum memenuhi standar kebutuhan industri nasional.
Teknologi pabrik modern diyakini dapat mengolah hasil petani menjadi garam industri berstandar tinggi dan kompetitif.Pemkab Pati bersama BUMD bertekad menyiapkan pelatihan teknis bagi petani untuk memperbaiki kualitas hasil produksi.
Dengan dukungan semua pihak, Pati siap menjadi penggerak utama kemandirian garam dan kesejahteraan petani secara nasional.(*)

26 Mei 2026
Pati, Batangan; Banjir yang merendam Desa Ketitangwetan selama tiga hari memicu ancaman kesehatan serius bagi warga Kabupaten Pati. Ratusan warga…

