Supir Angkot Bertahan di Tengah Penurunan Jumlah Penumpang

pasfmpati.com, Pati Kota ; Masyarakat kini mulai meninggalkan transportasi moda angkutan kota (angkot). Ini seiring hadirnya model angkutan dalam jaringan ojek online (Ojol), hingga membuat para awak angkot semakin kehilangan mata pencaharian.
Rustianto, pengemudi angkot, mengaku memilih tetap beroperasi meski jumlah penumpang terus berkurang. Kini, ia lebih sering mengambil rute Pati-Trangkil yang dinilainya lebih ramai.
“Biasanya saya mulai beroperasi sejak pukul 6.00 ketika anak-anak mulai berangkat sekolah. Saya mengantar mereka menuju SMP 5 Pati dan sekolah-sekolah di sekitarnya,” jelasnya.
Pendapatannya per hari hanya sekitar Rp150.000 dalam kondisi kotor. Penghasilan tersebut belum dipotong bensin, setoran, dan biaya lainnya.
“Kalau dulu, tahun 2011 masih ramai. Sekarang narik pun susah, nggak ada penumpangnya,” kata Rustianto saat diwawancarai di Pasar Puri Baru, Kamis (26/06/2025).
Rustanto bersama sesama sopir angkot dan pengurus DPC Organda bahkan sempat mengadu ke Dinas Perhubungan. Bukan sekadar persaingan angkutan umum, dengan angkutan berbasis aplikasi, dan anak-anak sekolah yang belum cukup umur bersepeda motor.
“Saya harap Dinas Perhubungan dan Polri bisa memikirkan nasib kami,” ujar Rustianto.
Ia juga meminta sekolah-sekolah kembali memanfaatkan jasa angkot agar siswa tak naik motor. Ia berharap aturan berkendara untuk pelajar lebih ditegakkan demi keselamatan bersama. (Tim PPL UIN Sunan Kudus – melaporkan).

Kontributor :

Juni 2025
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Berita Terbaru

  • All Posts
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Budaya
  • Hukum
  • Info
  • Kecelakaan
  • Kriminal
  • Lain-Lain
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial