Jejak Sukses KSH Pati, Rumah Sakit Swasta yang Tumbuh Pesat Bersama Program JKN

pasfmpati.com, Kota; Sejak awal berjalannya Program Jaminan Kesehatan Nasional pada tahun 2014, RS Keluarga Sehat (KSH) Pati menjadi salah satu rumah sakit swasta yang menunjukkan konsistensi kuat dalam mendukung transformasi layanan kesehatan nasional. Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kualitas pelayanan, tetapi juga melalui adaptasi organisasi, inovasi digital, serta budaya kerja yang menempatkan peserta JKN sebagai pusat layanan. Direktur RS KSH Pati, Kelvin Kurniawan, menjelaskan perjalanan panjang rumah sakitnya dalam bermitra dengan BPJS Kesehatan hingga menjadi rumah sakit yang berkembang secara signifikan.
Menurut Kelvin, kemitraan KSH dengan BPJS Kesehatan dimulai bersamaan dengan lahirnya Program JKN pada 2014. Ia menegaskan bahwa sejak awal KSH memandang JKN bukan sekadar kerja sama pembiayaan.
“Tujuan pemerintah menghadirkan Universal Health Coverage sejalan dengan visi pendirian KSH, yaitu meningkatkan kesehatan, keselamatan, dan kebugaran masyarakat. Jadi, bagi kami, bekerja sama dengan BPJS Kesehatan adalah bagian dari tanggung jawab moral kepada masyarakat Pati dan sekitarnya,” ujar Kelvin, Rabu (19/11)
Seiring perjalanan waktu, KSH menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat dalam pelayanan kepada peserta JKN. Berdasarkan data pada aplikasi E-Klaim dan Pusat Data Kementerian Kesehatan RI, KSH menjadi RS kelas C nomor satu di Indonesia dalam hal volume pelayanan kepada peserta JKN. Saat ini, 81% pasien yang datang adalah peserta JKN, sebuah indikator kuat tingginya kepercayaan masyarakat. Kelvin menuturkan bahwa konsistensi pelayanan menjadi salah satu kunci keberhasilan.
“Kami membangun customer experience yang humanis, cepat, mudah, dan setara. Seluruh alur pelayanan dari rawat jalan hingga rawat inap, kami desain dengan pendekatan phygital yang memadukan sentuhan manusiawi dan teknologi,” jelasnya.
Perjalanan KSH tidak selalu mulus. Salah satu tantangan besar terjadi saat pemerintah mengubah sistem pembayaran dari fee for service (FFS) menjadi INA-CBGs, sebuah transisi yang memerlukan penyesuaian menyeluruh. Kelvin menyebut perubahan tersebut sebagai momentum penting yang menguji ketangguhan manajemen.
“Secara teori, tidak mungkin rumah sakit menerapkan sistem pembayaran prospektif tetapi masih mempertahankan pola remunerasi FFS. Risikonya terlalu besar. Karena itu, kami mengembangkan metode konversi agar remunerasi tenaga medis tetap adil dan proporsional,” katanya.
Untuk menjaga mutu layanan di tengah transisi yang signifikan, KSH memperkuat landasan klinis melalui penyusunan Panduan Praktik Klinis (PPK), penerapan Clinical Pathway (CP), audit medis rutin, serta pembentukan Tim Pencegahan Fraud. Langkah ini memastikan layanan kepada peserta JKN tetap efisien, terkendali, dan berkualitas.
“Dengan kombinasi empat pilar tersebut, ritme pelayanan stabil dan customer experience peserta JKN tetap positif,” imbuhnya.
Sebagai direktur, Kelvin menekankan pentingnya membangun visi bersama seluruh tenaga medis dan staf. Visi KSH sebagai digital hospital yang unggul menjadi arah besar rumah sakit dalam menyikapi tantangan dan perubahan sektor kesehatan. Ia mengajak seluruh SDM untuk melihat JKN bukan sebagai beban, melainkan Amanah yang dijalankan dengan ketulusan.
“Kami terapkan pola super team, bukan superstar. Layanan JKN menuntut koordinasi lintas profesi agar patient centered care benar-benar berjalan,” tegasnya.
Perjalanan KSH semakin diperkuat dengan serangkaian pencapaian, termasuk PERSI Award, predikat WTA FKRTL BPJS Kesehatan, penghargaan Trust Mark, hingga pengakuan sebagai Rumah Sakit dengan Teknologi 4.0 Terbaik dari PTPI. Selain deretan apresiasi tersebut, KSH berhasil memperluas layanan spesialis dan subspesialis, salah satunya dalam bidang KJSU. Peningkatan kapasitas SDM, fasilitas, dan alat kesehatan juga dipersiapkan untuk mendukung sistem rujukan berbasis kompetensi, dengan target lebih dari 12 layanan berstrata madya.
“Semua penghargaan dan perluasan layanan ini adalah bukti komitmen kami dalam memastikan peserta JKN di Pati dan sekitarnya mendapatkan layanan yang berkualitas melalui program JKN,” ujar Kelvin.
Menutup cerita berjalannya RS KSH yang berkembang bersama BPJS Kesehatan, Kelvin menyampaikan harapannya untuk kolaborasi yang lebih kuat untuk keberlanjutan Program JKN.
“Kami ingin memperluas integrasi data, mempermudah alur pelayanan, dan memperkuat digitalisasi agar masyarakat mendapat perlindungan kesehatan yang semakin baik. Bersama BPJS Kesehatan, kita ingin terus menghadirkan layanan yang setara, aman, dan humanis,” ungkapnya.(press_release)

Kontributor :

November 2025
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Berita Terbaru

  • All Posts
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Budaya
  • Hukum
  • Info
  • Kecelakaan
  • Kriminal
  • Lain-Lain
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial