pasfmpati.com, Margorejo; Seorang anak muda di Kabupaten Pati mulai menekuni pertanian modern dengan orientasi pasar baru melalui konsep wisata petik melon. Mereka membangun pola usaha segar yang memadukan teknologi budidaya dengan pengalaman langsung bagi para pengunjung.
Petani muda Hizkia Eben Haezer mengaku tertarik mengembangkan melon setelah melihat potensi besar selama masa keliling studi lapangan di Solo dan Jogja. Lulusan Agro Teknologi UNS ini mengaku, dari berbagai studi lapangan itu, dia menemukan tanaman buah, jenis melon untuk dibudidayakan.
“Secara lingkungan Pati ini cocok buat melon karena butuh penyinaran matahari penuh dalam satu hari. Saya memilih golden topaz belum banyak ditanam dan dalmatian masih awam di Indonesia terutama wilayah Pati,”alasannya memilih budidayakan tanaman buah melon.
Sistem panen dilakukan selang satu setengah bulan dengan total enam hingga tujuh kali panen dalam setahun, yang memberikan stabilitas pendapatan. Ia menjelaskan, ada 800 buah dengan bobot rata-rata 1,5 kilogram/buah setiap panen berlangsung.
Hizkia menuturkan, permintaan melon sangat tinggi karena setiap panen habis terjual dalam satu minggu. Sebagian buah kecil diolah menjadi produk lain untuk diversifikasi.
“Kalau ada ukuran kecil biasanya saya olah jadi es serut atau buah potong untuk pengunjung harian,” ujarnya.
Hizkia menerapkan metode vertigasi tetes berbasis media serbuk sabut kelapa untuk memastikan nutrisi terserap merata dan menjaga kualitas buah sepanjang musim tanam. Fenomena ini menunjukkan geliat baru generasi muda yang mengubah pertanian modern menjadi ruang wisata kreatif berkelanjutan bagi masyarakat.(*)

29 Mei 2026
Pati, Kota; Ribuan massa Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) memperingati Hari Anti Tambang Nasional dengan aksi long march dari…


