pasfmpati.com, Juwana ; Banjir yang melanda Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, masih menggenangi permukiman warga hingga Senin (19/1/2026). Ketinggian air di sejumlah desa dilaporkan mencapai sekitar 1,5 meter, memaksa ratusan warga mengungsi ke balai desa dan rumah kerabat, sementara aktivitas ekonomi warga terganggu sejak sepekan terakhir.
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 19 desa di wilayah Juwana yang masih terdampak banjir. Bersama jajaran pejabat utama Polresta Pati, ia meninjau langsung lokasi terdampak sekaligus menyerahkan bantuan kebutuhan dasar kepada warga menggunakan perahu menuju Balai Desa Kedungpancing dan Desa Jepuro.
Menurut Jaka Wahyudi, penanganan banjir dilakukan secara kolaboratif antara kepolisian, pemerintah kecamatan, relawan, dan masyarakat. “Setiap hari sekitar 100 hingga 150 relawan terlibat menyiapkan serta mendistribusikan makanan bagi pengungsi di desa-desa terdampak. Bantuan dari masyarakat maupun luar daerah juga terus mengalir,” ujarnya saat penyaluran bantuan, Senin siang.
Selain distribusi logistik, Polresta Pati turut mengerahkan personel untuk pengamanan wilayah, pelayanan pengobatan gratis, serta kegiatan bakti sosial sejak hari pertama banjir terjadi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa darurat.
Sementara itu, Camat Juwana Sunaryo mengungkapkan jumlah desa terdampak kembali bertambah menjadi 21 desa akibat intensitas hujan yang masih tinggi. Berdasarkan data kecamatan, jumlah pengungsi mencapai 676 jiwa yang tersebar di berbagai posko desa, dengan dapur umum difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak. “Hari ini kami menyiapkan sekitar 3.500 bungkus makanan, dengan total warga terdampak mencapai 15.776 jiwa,” jelasnya.
Kepala Desa Kedungpancing Ernawati menambahkan bahwa warga desanya sangat membutuhkan bantuan sembako. Sebagian besar warga berprofesi sebagai nelayan dan tidak dapat melaut selama delapan hari terakhir akibat banjir. “Penghasilan warga terhenti total karena banjir belum surut,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan masyarakat berharap kondisi segera membaik, air banjir surut, serta aktivitas warga kembali normal. Sinergi lintas sektor terus diupayakan agar proses pemulihan di Kecamatan Juwana dan wilayah terdampak lainnya berjalan optimal.(*)

17 Agustus 2026
Pati, Margoyoso; MWC NU Margoyoso bersama Pemdes Kajen menggelar malam tirakatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini. Acara…

