pasfmpati.com, Tayu; Sejumlah ijazah lulusan di SMP Negeri 1 Tayu tercatat belum diambil meski kelulusan berlangsung beberapa tahun lalu. Data sekolah menunjukkan sebagian dokumen masih tersimpan di ruang administrasi karena belum diambil pemiliknya.
Beberapa orang tua mengaku belum mengambil ijazah anak mereka karena mengira ada kewajiban biaya tertentu. Mereka menyebut informasi mengenai sumbangan sekolah sempat menimbulkan kebingungan di kalangan wali murid.
Salah satu orang tua, Paryanto, mengatakan anaknya belum mengambil ijazah meski telah lulus dua tahun lalu. “Anak saya sudah lulus, tetapi ijazahnya belum saya ambil karena mengira masih ada kewajiban biaya gedung,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah Eri Setiawan menegaskan pihak sekolah tidak pernah menahan ijazah siswa. “Sekolah tidak melarang siapa pun mengambil ijazah selama siswa atau orang tua datang langsung ke sekolah,” jelasnya.
Menurut Eri, sumbangan yang dibahas bersama komite sekolah bersifat sukarela dan tidak menjadi syarat administrasi. “Sumbangan itu tidak ada kaitannya dengan pengambilan ijazah, sehingga dokumen tetap bisa diambil,” tegasnya.
Ketua Komisi D DPRD Pati Bandang Teguh Waluyo meminta sekolah aktif menghubungi lulusan yang belum mengambil ijazah. “Sekolah harus proaktif menghubungi orang tua agar ijazah tidak tersimpan terlalu lama,” katanya.
Bandang menyebut hasil kunjungan menunjukkan masih ada ijazah yang tersimpan hingga beberapa tahun. “Kami menemukan dokumen yang belum diambil cukup lama dan ini perlu segera diselesaikan,” ungkapnya.
Pihak sekolah kini melakukan inventarisasi ulang terhadap seluruh ijazah yang belum diambil pemiliknya. Manajemen berkomitmen meningkatkan transparansi informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa di kemudian hari.(*)

18 Mei 2026
Pati, Winong; Program nonfisik TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati memperluas layanan kesehatan gratis bagi warga Desa Godo Kecamatan Winong. Kegiatan…


