pasfmpati.com, Kota; Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Penyakit ini kerap luput dari perhatian karena sering tidak menimbulkan gejala, namun memiliki risiko komplikasi yang dapat mengancam jiwa.
Dokter Puskesmas Margoyoso I, Suci Astutiningrum, menyampaikan bahwa hipertensi dikenal sebagai silent killer karena banyak penderita tidak menyadari kondisinya hingga muncul komplikasi. Padahal, deteksi dan pengendalian sejak dini sangat menentukan kualitas hidup seseorang di masa depan.
“Tekanan darah normal berada di kisaran 120 per 80 mmHg. Jika sudah mencapai 140 per 90 mmHg atau lebih, maka kondisi tersebut termasuk hipertensi dan harus diwaspadai,” jelas Suci di ruang periksa Puskesmas Margoyoso I Pati, Kamis (16/04).
Ia menuturkan bahwa tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak pembuluh darah secara perlahan. Kerusakan ini dapat memicu berbagai penyakit kronis seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal yang berdampak pada penurunan kualitas hidup.
“Seringkali pasien datang sudah dalam kondisi lanjut karena tidak menyadari sejak awal. Inilah pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin,” tambahnya.
Lebih lanjut, Suci menjelaskan bahwa hipertensi sebenarnya dapat dicegah dengan langkah sederhana melalui penerapan pola hidup sehat. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar dalam menjaga kestabilan tekanan darah.
“Mulailah dengan mengurangi konsumsi garam, lemak, dan gula berlebih. Perbanyak buah dan sayur, serta lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari seperti berjalan kaki,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menghindari kebiasaan merokok dan membatasi konsumsi alkohol. Menurutnya, pengelolaan stres juga menjadi faktor penting karena tekanan psikologis yang tidak terkendali dapat memicu peningkatan tekanan darah.
“Jangan abaikan stres. Luangkan waktu untuk istirahat dan lakukan aktivitas yang membuat tubuh dan pikiran lebih rileks,” katanya.
Suci juga menekankan bahwa akses layanan kesehatan saat ini semakin mudah dimanfaatkan, terutama bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pemeriksaan dan konsultasi dapat dilakukan secara rutin di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Manfaatkan layanan JKN di puskesmas untuk pemeriksaan berkala. Dengan begitu, kondisi kesehatan bisa terpantau dan ditangani lebih cepat jika ditemukan masalah,” tuturnya.
Ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri sendiri dengan tidak menunggu munculnya gejala. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan ketika penyakit sudah berkembang.
“Hipertensi mungkin tidak terasa hari ini, tetapi dampaknya bisa mengubah hidup di kemudian hari. Jaga tekanan darah, jaga kesehatan, mulai dari sekarang,” pungkasnya.(*)

17 April 2026
pasfmpati.com, Kota: DPRD Pati dan Kejaksaan Negeri menandatangani MoU untuk memperkuat fondasi hukum dalam tata kelola pemerintahan daerah. Kolaborasi ini…


