Kisah Supermon Bertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi UMKM

Pati, Winong; Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta menurunnya daya beli masyarakat mulai memberi tekanan besar terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah. Kondisi tersebut turut dirasakan pelaku usaha konveksi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kenaikan harga bahan baku dan menurunnya jumlah pesanan membuat sejumlah pelaku usaha harus melakukan penyesuaian operasional. Salah satunya dialami Konveksi Supermon di Desa Bringinwareng, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, yang kini tidak lagi menerapkan sistem lembur bagi karyawannya. Bahkan, pemilik usaha harus mencari sumber pendapatan tambahan dari sektor lain untuk menjaga keberlangsungan usahanya.
“Sangat berpengaruh. Keuntungan jadi menipis. Kalau harga kami naikkan, pelanggan bisa mencari tempat lain. Jadi harga tetap sama, hanya saja keuntungan yang biasanya sekitar lima ribu rupiah per produk, sekarang tinggal sekitar dua ribu rupiah. Bahkan kualitas bahan dari pabrik juga mengalami penurunan,” ujar pemilik Konveksi Supermon, Dedi Irawan, saat ditemui pada Kamis, 4 Juni 2026.
Dampak kondisi ekonomi tersebut juga dirasakan para pekerja. Konveksi Supermon yang mempekerjakan tujuh karyawan, terdiri atas lima penjahit dan dua tenaga sablon, kini harus menghapus jam lembur yang sebelumnya menjadi tambahan penghasilan bagi pekerja. Akibatnya, pendapatan karyawan ikut menurun karena bonus target produksi yang biasanya dapat diperoleh ketika capaian kerja melebihi 60 persen kini semakin sulit diraih.
“Susah, semuanya mahal, tidak ada yang murah,” kata Endang di sela aktivitas produksi di Konveksi Supermon.
Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok memaksanya menyesuaikan pengeluaran rumah tangga dengan kondisi pendapatan yang kini berkurang. Meski pesanan kaos dari instansi maupun sekolah masih ada, volumenya jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya dan hanya cukup untuk menutup biaya operasional. Di sisi lain, pelaku usaha juga menghadapi tantangan lain berupa minimnya tenaga penjahit muda serta ketidakpastian kondisi ekonomi nasional.
Dalam situasi tersebut, pelaku UMKM seperti Dedi memilih bertahan sambil berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga bahan baku dan mendukung keberlangsungan usaha kecil di daerah.(Ikhsan Azis)

Kontributor :

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Berita Terbaru

  • All Posts
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Budaya
  • Hukum
  • Info
  • Kecelakaan
  • Kriminal
  • Lain-Lain
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial