Pati, Tayu; Dua tahun banjir rob mengepung Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, tanpa penanganan yang mampu menghentikan genangan laut. Puluhan warga bertahan di rumah yang terus terendam setelah tanggul laut sepanjang seratus sepuluh meter jebol.
Air laut kini menjadi bagian kehidupan harian masyarakat pesisir yang sebelumnya menggantungkan aktivitas pada daratan. Genangan setinggi tiga puluh hingga lima puluh sentimeter memasuki rumah warga hampir setiap hari terus.
Kondisi tersebut tidak hanya merendam permukiman tetapi juga melumpuhkan sumber penghasilan utama masyarakat pesisir setempat. Ratusan hektare tambak produktif berubah menjadi kawasan tergenang yang sulit dimanfaatkan secara maksimal kembali.
Data pemerintah desa menunjukkan sedikitnya tiga puluh enam rumah warga terdampak banjir rob berkepanjangan tersebut. Sekitar seratus enam puluh hektare tambak juga terendam sehingga mengurangi produktivitas sektor perikanan masyarakat lokal.
Warga mengaku mulai kesulitan mempertahankan kondisi rumah karena genangan terus mengikis bagian bangunan mereka. Sebagian keluarga harus beradaptasi dengan lingkungan basah yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan sehari-hari.
Siti Aminah mengaku sudah dua tahun menjalani kehidupan berdampingan dengan genangan air laut setiap hari. “Kami berharap pemerintah segera membantu karena kondisi ini sangat memberatkan kehidupan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Pemerintah desa menilai jebolnya tanggul laut menjadi penyebab utama rob yang terus meluas hingga kini. Berbagai laporan telah disampaikan kepada pemerintah daerah namun penanganan belum dirasakan langsung oleh warga.
Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, menyebut masyarakat membutuhkan langkah konkret untuk menghentikan krisis berkepanjangan tersebut. “Kami sudah berkali-kali melaporkan kondisi ini tetapi masyarakat belum merasakan penanganan yang memadai,” katanya.
Lambannya perbaikan tanggul membuat kerugian warga terus bertambah seiring berjalannya waktu tanpa kepastian solusi. Masyarakat khawatir kerusakan lingkungan pesisir semakin meluas apabila penanganan terus mengalami keterlambatan panjang.
Warga kini hanya menaruh harapan pada percepatan perbaikan tanggul agar kehidupan pesisir kembali normal. Mereka menginginkan solusi nyata sebelum kondisi ekonomi masyarakat tenggelam bersama genangan rob berkepanjangan tersebut.(*)

5 Juni 2026
Pati, Kota; Kasus pembuangan bayi yang menggegerkan warga Desa Growong Kidul, Juwana, akhirnya berhasil diungkap kepolisian setempat. Polisi mengamankan seorang…


