Pati, Jakenan; Kekeringan panjang melanda Kabupaten Pati justru memunculkan geliat bisnis baru penjualan air tangki bagi petani. Fenomena ini menggambarkan bagaimana krisis air memaksa petani mengeluarkan biaya tambahan demi menyelamatkan tanaman padi mereka.
Petani di Desa Bungasrejo kini bergantung penuh pada truk tangki air demi memenuhi kebutuhan irigasi sawah mereka. Kondisi ini terjadi setelah saluran irigasi dan aliran sungai setempat benar-benar mengering akibat kemarau berkepanjangan tahun ini.
Nawi, petani Desa Bungasrejo, mengaku terpaksa membeli air tangki setiap hari demi menyelamatkan tanaman padinya dari kekeringan. Ia bahkan membeli hingga dua tangki air dalam sehari meski ongkos produksi pertanian jadi membengkak drastis.
“Kalau kurang air, saya tidak bisa panen. Makanya saya membeli tangki air meski ongkosnya besar,” ujar Nawi. “Saya rugi tidak masalah, yang penting padi ini bisa panen dan selamat,” tambahnya.
Di sisi lain, permintaan air tangki yang melonjak justru menjadi berkah tersendiri bagi Suharno, pemasok air setempat. Ia mengaku mulai kebanjiran order pengiriman air sejak Jumat lalu akibat kekeringan melanda wilayah pertanian.
Suharno terpaksa mengambil air dari wilayah Pati kota karena debit Sungai Silugonggo sudah benar-benar mengering total. Ia memastikan kualitas air yang dijualnya tetap bersih dan layak dikonsumsi meski digunakan untuk irigasi sawah.
“Harga tangki air biasanya Rp190 ribu, tapi saya hanya mematok Rp170 ribu per tangki. Permintaan tergantung kondisi tanah, mulai tiga tangki hingga paling banyak dua belas tangki,” ujar Suharno.
Suharno menjelaskan kebutuhan air tiap petani berbeda tergantung tingkat kekeringan tanah sawah masing-masing. Tanah yang mulai retak dan merekah membutuhkan pasokan air jauh lebih banyak dibanding tanah masih gembur normal.
Tanaman padi milik petani di Bungasrejo disebut mulai memasuki fase pengisian bulir yang sangat membutuhkan air. Kondisi tanah kering dikhawatirkan mengganggu proses pengisian bulir sehingga berisiko menurunkan kualitas maupun kuantitas hasil panen.
Petani di Desa Bungasrejo berharap pemerintah segera menyalurkan air irigasi permanen agar tidak lagi bergantung penuh pada tangki air berbayar.(*)

23 September 2026
Pati, Jakenan; Kekeringan panjang melanda Kabupaten Pati justru memunculkan geliat bisnis baru penjualan air tangki bagi petani. Fenomena ini menggambarkan…


