Pati, Cluwak; Sidak Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengungkap sejumlah bahan pangan bermasalah, mulai dari ikan lele nyaris tanpa daging hingga jeruk membusuk, di beberapa SPPG wilayah Cluwak. Temuan tersebut memperkuat dugaan lemahnya pengawasan mutu bahan baku oleh mitra penyedia layanan gizi bagi anak-anak.
Sidak digelar Jumat dini hari, mulai pukul 03.00 WIB, di enam titik SPPG mulai dari Ngablak hingga Ngawen. Chandra turun langsung didampingi Kepala Kantor Kemenag Pati, Kepala Dinas Kesehatan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, serta Kabag Kesra Setda.
Dalam peninjauan tersebut, Chandra menemukan ikan lele berukuran kecil dengan kondisi daging yang nyaris habis dan hanya menyisakan kulit serta kepala. Kondisi bahan pangan tersebut dinilai jauh dari standar kelayakan konsumsi bagi anak penerima manfaat program.
Selain lele, Chandra juga menemukan sejumlah jeruk dengan kulit yang telah berubah warna menjadi agak kehitaman saat memeriksa proses sortir. Kondisi bagian luar bahan pangan tersebut dinilai berisiko menyebabkan kontaminasi silang terhadap bahan makanan lainnya di dapur.
“Tadi jeruknya kita ketahui banyak yang warnanya sudah agak hitam. Walaupun mungkin kalau dibuka masih layak untuk dimakan, kotoran itu bisa mengontaminasi makanan yang lain,” tegas Chandra.
Selain bahan pangan, sidak juga menyoroti pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah yang belum dilengkapi grease trap di beberapa lokasi SPPG. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan komplain dari masyarakat sekitar akibat pembuangan sisa lemak yang tidak tersaring.
Sidak turut menemukan penggunaan air untuk memasak yang belum memenuhi standar SNI di sejumlah dapur penyedia layanan. Temuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kualitas fasilitas yang digunakan dalam proses penyediaan makanan bergizi.
Chandra meminta seluruh kepala SPPG dan mitra penyedia memperketat pengawasan bahan baku sejak proses pemilihan pemasok hingga penyajian akhir. Ia menegaskan bahwa harga murah tidak boleh mengorbankan standar keamanan dan kualitas bahan pangan bagi anak-anak.
“Hasilnya sedang kami serahkan ke RSUD R.A.A. Soewondo untuk dilakukan ekspertisi oleh dokter spesialis patologi klinik. Setelah seluruh hasil keluar, termasuk parameter kimia, akan kami serahkan kepada Satgas MBG untuk menjadi acuan kebijakan selanjutnya,” jelas Luky.
Pemkab Pati akan terus memperketat sidak berkala ke seluruh SPPG guna mencegah bahan pangan tak layak sampai ke anak-anak penerima manfaat.(*)

26 September 2026
Pati, Kota; Muhammad Setiadi dihadapkan pada tantangan adaptasi cepat setelah resmi menempati kursi anggota Komisi A DPRD Pati. Pimpinan dewan…


