Pati, Margoyoso; Lalat dan bau menyengat dari Sungai Bango mengganggu warga Bulumanis Lor setiap hari, hingga ke meja makan. Warga menyebut sungai bersebelahan dengan rumah mereka itu tercemar limbah padat dan cair, diduga dari industri sekitar.
Sutedi, warga Bulumanis Lor, menyebut Sungai Bango dulu berair jernih, kini berubah menjadi tumpukan limbah dan sampah. Menurut Sutedi, air limbah datang setiap malam dan sore hari, dengan tumpukan limbah mencapai sekitar 1,5 meter.
“Dulu air Sungai Bango itu jernih, sekarang berubah menjadi tumpukan limbah dan sampah setinggi sampai 1,5 meter. Dari atas hanya tampak kulit sisa tapioka, tetapi di bawahnya mengalir deras air limbah sore dan malam.”
Sungai sepanjang empat kilometer tampak dipenuhi limbah padat dan cair, dengan bau menyengat terasa sekali di lokasi. Informasi yang dihimpun menyebut kondisi itu berlangsung bertahun-tahun dan paling parah terasa pada saat musim kemarau tiba.
Sarimah, warga lainnya, mengeluh karena banyak lalat memenuhi rumahnya setiap hari akibat pencemaran limbah di Sungai Bango. Menurut Sarimah, warga yang tidak terbiasa dengan kondisi itu akan muntah jika berada di sekitar Sungai Bango.
“Setiap hari banyak sekali lalat di rumah saya, dan kondisi itu benar-benar membuat kami sangat tidak nyaman. Orang yang tidak terbiasa berada di sekitar Sungai Bango akan muntah, karena bau sungai menyengat sekali.”
Serangan lalat tidak hanya menyasar dinding rumah, tetapi juga makanan yang tersaji di atas meja makan warga. Bau menyengat pun menemani aktivitas sehari-hari warga, sehingga sungai berubah menjadi sumber masalah bagi permukiman warga sekitar.
Data yang dihimpun mencatat 33 industri beroperasi di sekitar Desa Bulumanis Lor, tempat Sungai Bango itu melintas. Puluhan industri diduga membuang limbah padat dan cair ke Sungai Bango yang melintasi permukiman warga Bulumanis Lor.
Redaksi belum memperoleh tanggapan dari pihak industri maupun instansi terkait mengenai dugaan pencemaran di Sungai Bango ini. Penelusuran sumber limbah menjadi langkah kunci untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan Sungai Bango itu.
Warga Bulumanis Lor kini menanggung dampak lalat, bau menyengat, dan sungai tercemar yang bersebelahan dengan rumah mereka. Mereka menanti kejelasan sumber limbah dan langkah nyata untuk memulihkan Sungai Bango dari pencemaran yang terus berlangsung.(*)

9 Oktober 2026
Blora, Kota; BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati menyalurkan bantuan melalui program Organization Social Responsibility (OSR) kepada Panti Asuhan Safinatun Najah…
