Pati, Tlogowungu; Mediasi awal antara keluarga korban dan keluarga siswa terduga kekerasan di Sekolah Rakyat Tlogowungu belum membuahkan penyelesaian. Di sisi lain, keluarga korban menempuh jalur hukum dengan membuat pengaduan kasus kekerasan ini ke Polresta Pati.
Insiden terjadi pada Selasa malam, 29 September 2026, seusai makan malam menjelang salat Isya di Tlogowungu Pati. Waka Kesiswaan Sekolah Rakyat Pati, Fachrudin Dwi Saputro, menyebut sekolah mengetahui kejadian setelah menerima laporan siswa itu.
“Untuk berita yang sedang viral saat ini, kami mendalaminya bersama tim guru, wali asuh, dan wali asrama. Apa pun alasan latar belakangnya, kami tidak membenarkan adanya tindak kekerasan tersebut, dan motifnya masih kami dalami.”
Fachrudin menyatakan pihaknya belum mengetahui motif pasti, sementara para siswa saling bertemu setiap hari di sekolah itu. Sekolah juga belum memastikan jumlah terduga pelaku karena sebagian siswa berperan memisahkan dan lainnya hanya melihat kejadian.
Sekolah memisahkan korban di ruang pengasuhan dan memantau kondisinya setelah korban menolak perawatan lanjutan karena butuh istirahat. Keesokan paginya, sekolah membawa korban ke IGD setelah menilai kondisinya memerlukan tindakan medis lebih lanjut dari dokter.
Hasil rontgen rahang dan dada menunjukkan kondisi aman, dan dokter hanya menemukan luka ringan di gusi korban. Dokter memperbolehkan korban rawat jalan, bukan rawat inap, dan memberikan rujukan ke dokter gigi untuk perawatan lanjutan.
“Sudah kami tawarkan, kami siap merawatnya di sini kalau dibutuhkan, tetapi keluarga korban memintanya dirawat di rumah. Ketika mediasi awal, kami tanya korban masih mau sekolah di sini, dan anak menyatakan masih mau bersekolah.”
Sekolah mengaku butuh pengawasan ekstra karena mengelola sekitar 321 siswa SD hingga SMA bersama sekitar 150 pendamping. Kamera CCTV mengawasi sejumlah area gedung, tetapi sekolah tidak memasangnya di dalam kamar siswa karena area privasi.
Sekolah Rakyat Pati menegaskan keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi perhatian utama sembari menunggu hasil pendalaman dan proses hukum. Sekolah juga merencanakan mediasi lanjutan antarkeluarga agar persoalan selesai dan lingkungan pendidikan tetap aman bagi seluruh siswa.
Hingga kini, sekolah masih melakukan pendalaman internal, sementara kepolisian masih mengonfirmasi laporan keluarga korban terkait peristiwa itu. Publik kini menanti kejelasan motif dan peran siswa, serta hasil mediasi lanjutan dan proses hukum kasus ini.(*)

9 Oktober 2026
Blora, Kota; BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati menyalurkan bantuan melalui program Organization Social Responsibility (OSR) kepada Panti Asuhan Safinatun Najah…

