pasfmpati.com, Pati Kota : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama DPR RI menyosialisasikan mutu dan nilai tambah produk perikanan, di Hotel Gritary Perdana Pati, Jumat pagi (22/9/2024). Sosialisasi ini melibatkan sejumlah UMKM yang bergerak di sektor perikanan di Kabupaten Pati. Ini juga sekaligus menginisiasi UMKM memiliki sertifikasi halal.
Saat membuka sosialisasi dan peningkatan mutu dan nilai tambah produk perikanan, Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mengatakan, sosialisasi tersebut sebagai upayanya untuk memahamkan peserta utamanya UMKM yang bergerak di sektor perikanan akan pentingnya mutu dan nilai tambah untuk produk perikanan. Sehingga produk UMKM di Pati dapat bersaing di pasar ekspor serta untuk mengurangi food loss dan waste.
“Penyusutan dan limbah pangan (food losses and waste) telah menarik perhatian seluruh dunia, karena dapat berpengaruh terhadap ketahanan pangan dari suatu negara. FAO memperkirakan, sekitar sepertiga pangan yang diproduksi untuk konsumsi manusia secara global hilang atau terbuang sekitar 1,3 miliar ton pangan per tahun,” demikian ungkapnya.
Firman Soebagyo menambahkan, hasil perikanan yang hilang atau terbuang juga masih cukup tinggi, sekitar 35 persen dari total produksi perikanan tangkap dan budidaya secara global setiap tahun. Sedangkan penurunan pascapanen hasil perikanan di Indonesia juga masih cukup tinggi yang diperkirakan mencapai 30 persen.
Koordinator Kelompok pembinaan unit penanganan dan pengolahan ikan skala menengah dan besar KKP Lia Sugihartini Spi MEng MSc menjelaskan, ikan-ikan hasil tangkap atau budidaya dapat diolah menjadi beraneka produk turunannya. Dan pemerintah dalam hal ini KKP akan mendukung usaha rakyat dengan bantuan peralatan untuk membuat produk dari bahan baku ikan.
“Jadi kita akan memberikan dukungan dan fasilitasi dengan berbagai bantuan peralatan pengolahan. Jadi kalau mau mengolah bandeng presto, atau bakso ikan, atau krupuk ikan, atau ikan kering maka fasilitas-fasilitas itu kita adakan, termasuk freesher untuk menyimpan ikan, dan fasilitasi akses pembiayaan modal” tuturnya.
Lia Sugihartini menambahkan, KKP RI berharap masyarakat bisa mengolah seluruh bagian tubuh ikan secara maksimal hingga ke duri-durinya, sehingga menjadi nilai tambah bahkan diekspor.
Turut hadir pada sosialisasi tersebut, Sekretarias Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati Abdul Kharis SPsi MSi, serta narasumber Yopi Nurdiansah SPi MSi dari Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu KKP, serta Ichwan Darmawan SP pelaku UMKM Nirwana.(*)

18 Agustus 2026
Pati, Trangkil; Seorang bayi perempuan ditemukan dalam kondisi lemah di sebuah bengkel milik warga Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil. Penemuan tersebut…


