pasfmpati.com, Pati Kota: Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif melakukan uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) di Kabupaten Pati. Uji petik untuk membentuk kabupaten/kota ekonomi kreatif, ini berlangsung dalam kelompok diskusi terarah atau focus group discussion (FGD).
Ketua Tim Kerja Kata Kreatif PMK3I Kemenparkraf RI Elizabeth mengatakan, hasil uji petik PMK31 berlangsung selama 2 hari. Hasilnya nanti akan menjadi dasar Kabupaten Pati meningkatkan nilai jual di kementerian-kementerian lainnya.
“Selama 2 hari banyak yang kami kunjungi para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Pati. Kita kemarin kunjungi kuliner bandeng Rindang Juwana, batik bakaran, dan kita juga berkunjung ke tempat kesenian kethoprak ‘Siswo Budoyo,” jelasnya di awal FGD di ruang rapat Penjawi Setda Pati, Kamis (12/9/2024).
Selain itu, Tim Kerja Kata Kreatif Kemenparekraf RI, juga berkunjung ke Kebun Kopi PTPN I Regional 3 Jollong, serta ke Sanggar Paringga Jati Raras.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Pati Rekso Suhartono mengatakan, ada 3 subsektor unggulan di Kabupaten Pati. Subsektor seni pertunjukan menjadi lokomotif atau penggerak kuliner dan kriya untuk menjadikan Pati sebagai kabupaten ekonomi kreatif (ekraf).
“Baru besok pagi (Jumat, 12/9/2024), kita akan lakukan penandatanganan berita acara (BA) oleh Pj Bupati Pati dengan Kemenparekraf RI. Tujuannya kalau sudah menjadi kabupaten kreatif tentunya banyak keuntungan yang akan didapat Kabupaten Pati,” tutur Kepala Dinporapar Rekso Suhartono.
Di Indonesia sejak 2016 hingga sekarang 2024 ini, ada 84 yang melakukan uji petik PMK3I. Namun hanya 41 kabupaten/kota yang ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pariwisata, Enomoi Kreatif.(*)

28 Mei 2026
Pati, Kota; Anggota DPR RI Firman Soebagyo menanggapi sorotan publik tentang melemahnya fungsi pengawasan dewan akhir-akhir ini. Menurutnya, DPR tetap…


